BOGOR (19/01/2026) – Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-20, Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 menggelar kegiatan Napak Tilas sejarah wakaf pada Senin (19/1). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan pesantren sekaligus pengingat bagi para guru mengenai amanah pengembangan wakaf.Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Ketua Yayasan Darunnajah, Rektor Universitas Darunnajah, wakil pengasuh dari Darunnajah pusat dan cabang, serta segenap dewan guru Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di halaman Baitul Wakif. Dalam sambutannya, K.H. Sofwan Manaf menceritakan kembali sejarah dua dekade silam ketika pewakif, Bapak Yusuf Gayo, menyerahkan tanah seluas 2,4 hektare di kawasan Cidokom, Bogor. Ikrar wakaf tersebut dilaksanakan hanya sepekan setelah survei lokasi dilakukan.
“Alhamdulillah, wakaf ini terus berkembang. Jika dulu berawal dari 2,4 hektare, sekarang total luas tanah wakaf mencapai 11,3 hektare,” ujar Kiai Sofwan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan adanya pergeseran tantangan yang dihadapi pesantren. “Dahulu tantangan Darunnajah 8 adalah pembangunan fisik atau bangunan. Namun sekarang, tantangannya adalah kualitas sumber daya manusia atau pengelolanya,” tegasnya di hadapan para asatidz.

Sebagai simbolisasi peresmian dimulainya kegiatan Napak Tilas dan peringatan ulang tahun, K.H. Sofwan Manaf melakukan pemukulan gong. Usai seremoni, rombongan melakukan penjelajahan (site visit) mengelilingi aset tanah wakaf yang tersebar cukup luas.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan meninjau lahan seluas 8,7 hektare yang berada di area Darunnajah 8, serta 3 hektare lahan yang kini menjadi lokasi Pondok Pesantren Darunnajah 13 Robiul Qulub. Di setiap titik pemberhentian, Pimpinan Pesantren menjelaskan detail sejarah pembebasan dan peruntukan lahan tersebut.

Rangkaian kegiatan berakhir di lokasi wakaf terakhir, yakni Darunnajah 13. Menutup kegiatan, Kiai Sofwan menyampaikan harapannya agar kegiatan Napak Tilas ini dapat menanamkan kembali nilai-nilai sejarah kepada para guru.
“Harapan besar dari Napak Tilas ini adalah agar seluruh keluarga besar Darunnajah dapat lebih cerdas dalam mengelola amanah wakaf dan lebih inisiatif dalam memajukan pesantren ke depannya,” pungkasnya.




