PENGERTIAN PERENCANAAN PENDIDIKAN

Pendidikan

Perencanaan Pendidikan

  1. Perencanaan Pendidikan adalah suatu proses yang penting sebelum melakukan sesuatu dan menjadi penentu sekaligus memberi arah terhadap perncapaian tujuan pendidikan dengan menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta-fakta, imajinasi dan asumsi-asumsi tentang perkembangan pendidikan masa depan.
  2. Perencanaan  Pendidikan adalah penggunaan analisa yang rasional dan sistematis terhadap proses pengembangan pendidikan dengan tujuan menjadikan pendidikan lebih efektif dan efesien dalam memenuhi kebutuhan dan tujuan murid dan masyarakat.

MACAM-MACAM PERENCANAAN PENDIDIKAN

Pendidikan

Strategi Perencanaan Pendidikan

  1. Perencanaan Strategi Pendidikan yaitu penetapan kebijaksanaan yang diambil dalam perencanaan pendidikan (Doing the right things/efektif / hasil / proses)
  2. Perencanaan Oprasional Pendidikan adalah menetapkan alternatif untuk merealisasikan perencanaan pendidikan (Doing things right / Efesien / Thoyyib / Has

LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN PENDIDIKAN

Pendidikan

Langkah-Langkah Perencanaan Pendidikan

Adapun Langkah-langkah Pererncanaan Pendidikan Menurut Edgar L. Morphet dalam buku Planning and Providing For Excellent Education sebagai berikut:

    1. Mengumpulkan informasi dan analisis data
    2. Mengidentifikasi kebutuhan
    3. Mengidentifikasi tujuan dan prioritas
    4. Membentuk alternatif penyelesaian
    5. Mengimplementasikan, menilai dan memodifikasi

Sedangkan Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1982) Langkah-langkah Perencanaan Pendidikan sebagai barikut:

Pendidikan

Data Perencanaan Pendidikan

    1. Pengumpulan dan pengelolaan data, identifikasi masalah, yaitu mengidentifikasi jenis data perkembangan pendidikan sekarang (kualitas dan kuantitas), sarana prasarana, keadaan pendudukan, geografis dan lapangan kerja.
    2. Diagnosis yaitu menganalisa data yang terkumpul dengan meneliti usaha dan hasil pendidikan dengan kriteria relevansi, efektifitas dan efesiensi.
    3. Perumusan kebijakan dengan menetapkan keputusan secara kelembagaan dengan melibatkan instansi terkait
    4. Perkiraan kebutuhan masa depan
    5. Perhitungan biaya dengan memperhitungkan fluktuasi harga dan implasi
    6. Penetapan Sasaran yaitu meneliti sasaran-sasaran pendidikan untuk masa depan
    7. Perumusam rencana dengan menyusun program dan proyek dengan persetujuan para yang berwenang
    8. Implementasi Rencana yaitu melaksanakan rencana yang telah disusun dan telah disahkan dengan pendelegasian wewenang, penugasan tanggung jawab, pengadaan mekanisme umpan balik dan pengawasannya.
    9. Evaluasi rencana berkaitan dengan kamjuan / perkembangan dan penemuan penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaanya
    10. Revisi Rencana, yaitu memperbaiki, melengkapi dan menyempurnakan rencana ke depan berdasarkan pengalaman masa lulu.

Adapun Langkah-langkah Perencanaan Menurut Pendapat Para Ahli  Lain sebagai berikut:

  • Prolog / Pendahuluan / Persiapan
  • Identifikasi masalah (identifying educational planning)
  • Mengkaji Permasalahan (Analizing Planning Problem)
  • Mengkonsepsi dan mendesain rencana (Conceptualizing and designing planning)
  • Mengevaluasi rencana / analisa SWOT (Evaluating Plan)
  • Menguraikan rencana
  • Melakukan rencana (Implementasi the plan)
  • Mengatur, mengubah dan mendesain ulang perencanaan.

ADA BEBERAPA PERTANYAAN YANG BAIK UNTUK DI JAWAB DALAM PROSES PERENCANAAN PENDIDIKAN

Pendidikan

Pertanyaan Yang Harus di Jawab Dalam Perencanaan Pendidikan

    1. What     : Apa tujuan, apa yang dikerjakan
    2. Why       : Mengapa tujuan itu dicapai
    3. Where  : Dimana lokasi / tempat kegiatan
    4. When    : Kapan dimulai dan berakhir kegiatan
    5. Who      : Siapa yang melakukan
    6. How       : Bagaiman cara / metode pelaksanaa

PENYEBAB KEGAGALAN PERENCANAAN PENDIDIKAN

Pendidikan

Kegagalan Dalam Perencanaan Pendidikan

  1. Planner / perencana tidak cukup atau tidak ahli
  2. Fakta dan data tidak objektif
  3. Salah membuat ramalan / dugaan
  4. Perencanaan kaku tidak fleksibel
  5. Salah pengumpulan data
  6. Salah penempatan pelaksana
  7. Tidak ada kontribusi antar unit-unit
  8. Kurang pengawasan baik preventif maupun represif

(Adm_Staida/Idham)