Menyusul agenda kegiatan perdana para pengurus santri pasca pelantikan akhir Januari 2012 kemarin, adalah pembekalan keorganisasian yang diawali dengan kegiatan LDK dan dilanjutkan dengan study banding. Alhamdulillah, kegiatan LDK telah usai pada tanggal 29 Januari dengan sukses lantaran mendapatkan dukungan dari para alumni yang sangat bangga dan peduli terhadap almamaternya.
Adapan kegiatan study banding baru dapat dilakukan pada hari Kamis (14/2) ini. Menurut penjelasan ketua panitia, Ustadz Cahyono, study banding dilaksanakan 2 kali yaitu untuk putra dan putri. Pada Kamis ini, giliran pengurus organisasi putra yang menyelenggarakannya dengan tujuan visit adalah pesantren Darul Qolam Tangerang Banten.
Seluruh santri yang tergabung dalam 2 organisasi besar, yaitu OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining) dan Koordinator pramuka ini berjumlah 105 santri serta didampingi para guru pembimbing. Rombongan yang mengendarai 2 armada bus tersebut bertolak dari pesantren sekitar pukul 7 pagi. Diharapkan sesampainya disana sepagi mungkin agar kesempatan menimba ilmu dan pengalaman dapat maksimal.
Ustadz Cahyono menambahkan, tendensi dari diadakannya kegiatan study banding di antaranya guna meningkatkan semangat dan motivasi serta menambah wawasan keorganisasian santri masa bhakti 2013-2014 dalam memikul amanah keorganisasian khususnya pada bidang masing-masing santri. Tujuan lain yang diharapkan adalah agar santri mendapatkan pencerahan dari pesantren lain.
Secara eksplisit, para santri ingin belajar dan mensinergikan berbagai hal terkait keorganisasian, seperti di antaranya adalah peningkatan kemamapuan bahasa asing santri sebagai bahasa sehari-hari, peningkatan kegiatan ekstrakurikuler, peningkatan kedisiplinan, dan peningkatan berbagai macam prestasi. Semua hal itu akan digali dalam event ini. Maka, sebagai tanda persiapan mereka, masing-masing bagian telah menyediakan kuisioner yang akan digunakan sebagai bahan wawancara.
Keorganisasian santri di pesantren Darunnajah Cipining merupakan wahana latihan dan pendidikan santri pada bidang leadership dan manajemen. Santri yang terlibat sebagi pengurus adalah mereka yang telah duduk di kelas X dan XI. Sedangkan kelas XII telah pensiun agar konsentrasi dalam kegiatan akhir pesantren.
Dalam berorganisasi, santri mendapatkan pengasahan diri dalam responsibility, komitmen, dan mentalnya. Pesantren berusaha mencetak para pemimpin masa depan yang amanah, memiliki kredibilitas yang baik serta mampu tampil terdepan sebagai teladan dan panutan. Latihan berorganisasi akan menumbuhkan jiwa-jiwa tangguh dan berjiwa besar. ‘Siap Memimpin dan Siap Dipimpin’ menjadi jargon kekuatan integritas santri sebagai sosok generasi pemersatu ummat.
Untuk itulah, pesantren terus menerus konsisten dalam membekali mereka dengan pengalaman yang bertumbuh dari pengamalan ilmu pengetahuan dan keimanan mereka. Pengalaman itulah yang kelak akan mengajarnya untuk arif dan bijaksana dalam memimpin. ‘Pengalaman adalah guru terbaik’.
Ketua organisasi, Tegar wahyu Saputra juga berharap dengan diadakannya kegiatan study banding, jajaran pengurus yang dipimpinnya mampu melek berorganisasi sehingga mampu memberikan yang terbaik kepada pesantren. Ia bertekad, OSDC dapat bekerja dengan optimal dan maksimal karena dengan itulah prestasi akan mudah dicapai.
Ia juga berharap agar kekompakan jajaran pengurus santri dapat selalu terjaga hingga waktu mereka menyerahkannya kembali kepada generasi selanjutnya. (Red)