Sebagian santri Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor tidak mukim di asrama. Mereka adalah para siswa/i yang berasal dari desa-desa sekitar pesantren.
Untuk pembinaan dan bimbingan kegiatan mereka bernaung di bawah Organisasi Siswa Darunnajah Cipining (OSADC) dan Organisasi Siswi Darunnajah Cipining (OSIDC). Kedua organisasi tersebut juga di bawahan arahan dan bimbingan Biro Pengasuhan Santri (BPS) seperti halnya Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) bagi santri mukim/berasrama.
Untuk bimbingan Aqidah, Ahlaq dan ubudiyah santri non asrama maka dilakukan berbagai program, antara lain: Qiyamul Lail di pesantren pada malam jum’at, magang ngaji di kampung/desa masing-masing, safari dakwah mingguan dan Halal Bi Halal.
Juga, setiap Rabu siang bakda dhuhur diadakan Pengajian Khusus Santri Non Asrama di Masjid Jami’ Darunnajah. Kajian ini diisi langsung oleh Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc dan didampingi oleh guru senior.
Hari ini, Rabu, 27 April 2016 Bapak Kyai kembali menyampaikan pencerahan di depan para generasi masa depan. Beberapa poin yang beliau jelaskan: 1. Kesyukuran akan diperolehnya hidayah Islam yang tanpa tantangan dan hambatan dari keluarga dan lingkungan.
2. Konsistensi ibadah akan menjaga kesucian jiwa. Jiwa yang suci akan terjauhkan dari maksiat. Kemudian beliau menyitir kisah Nabi Yusuf.
3. Kemurnian Aqidah harus dijaga dengan berpegang-teguh dengan petunjuk Allah. Hal ini sangat penting mengingat semakin maraknya aliran sesat.
Seusai mengisi pengajian Bapak Kyai melanjutkan ke aula untuk memimpin musyawarah mingguan dewan guru.
Berikutnya ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom yang bertugas sebagai pemateri pendamping pada siang itu, meneruskan kajian dengan bahasan 3 kondisi hati: hati yang sehat selamat (qalbun salim), hati yang mati (qalbun mayyit) dan hati yang sakit (qalbun maridh). (Mr. Min).