Pendidikan Yang Menggerakkan
Tidak berlebihan kiranya jika Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor termasuk salah-satu lembaga pendidikan Islam yang mengejawantahkan Totalitas Pendidikan: semua yang dilihat, didengar, dirasakan dan dilakukan merupakan bagian penting dari proses pendidikan
التربية أجزاء لا تتجزأ
Tidak hanya kecerdasan IQ yang mendapat porsi perhatian via transfer pengetahuan (التربية العقلية), namun juga berbagai kegiatan yang mendukung pertumbuhan fisik (التربية الجسدية) dengan tetap memberikan perhatian besar terhadap pendidikan jiwa dan mentalitas (التربية الروحية).
Dengan upaya yang terus ditingkatkan agar proses pendidikan dapat berhasil serta berdaya guna dari sisi kognitif, afektif dan psikomotorik. Juga selalu membuka peluang meningkatkan kecerdasan dalam berbagai macamnya (multiple intelligences).
Salah-satu kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan sosial yang terilhami falsafah hidup sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat terhadap manusia lainnya (خير الناس أنفعهم للناس).
Hari ini, Ahad 22 Juli 2018 menjadi salah-satu pembuktian bahwa para santri mau dan mampu memahami dan mengamalkan kecerdasan dimasksud via kegiatan Halal Bihalal dan Santunan Sosial.
Ya, mereka yang masih berusia remaja kelas XII MA/SMK tersebut banyak belajar dari tahap membuat program, mengorganisir, mencari dana, mengundang penceramah dan tamu undangan, mengonsep panggung, menyiapkan konsumsi dan berbagai logistik hingga menyantuni kaum dhuafa. Inilah proses learning by doing.
Salah-salah alumni yang didaulat menyampaikan sambutan mewakili rekan-rekannya menegaskan kesyukuran bahwa mereka pernah mengalami ‘pendidikan yang menggerakkan’ di almameter tercinta yang kini berusia 30 Tahun (18 Juli 1988 – 18 Juli 2018). Ia menyampaikan testimoni bahwa kini terlibat langsung dalam dua lembaga pendidikan di daerahnya.
Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc juga menyatakan kesyukuran atas terselenggara agenda tersebut. Meskipun ada satu dua catatan perbaikan namun secara umum beliau mengapresiasi kesuksesan annual agenda santri non asrama tersebut. “Di masyarakat bukannya tidak ada orang pintar, orang pintar banyak namun yang sulit adalah yang mau bergerak!”.
Hal lainnya, meskipun para santri non mukim ‘hanya’ berhasil sekira 35% donasi dana yang dikumpulkan dari target total 90 juta, namun pencapaian ini cukup menjadi bukti dari aplikasi wejangan dahsyat Pimpinan Pesantren Modern Gontor, KH. Imam Zarkasyi yang dinukil oleh Pimpinan Pesantren Ummul Qura Islami Leuwiliang, KH. Helmi Mubin kepada penulis: “Jika kamu minta-minta untuk kepentingan umat maka kamu adalah Pahlawan. Jika kamu minta-minta untuk kepentingan pribadimu maka kamu adalah pengemis!”.
Disusun oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom