Search
Close this search box.

Pendidikan Pesantren: Menggali Kearifan Lokal dalam Pendidikan Santri

Pendidikan Pesantren: Menggali Kearifan Lokal dalam Pendidikan Santri

Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Dalam konteks Indonesia, pendidikan pesantren menjadi salah satu pilar pendidikan yang telah lama berkembang dan memiliki sejarah panjang. Pesantren tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas pendidikan Islam di Indonesia.

Pesantren telah terbukti mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Banyak tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yang lahir dari pendidikan pesantren, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Gus Dur, dan masih banyak lagi. Mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

Pendidikan pesantren juga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan sistem pendidikan lainnya. Pesantren menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan umum, sehingga santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Selain itu, pesantren juga menerapkan sistem pembelajaran yang holistik, dimana santri tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar melalui pengalaman hidup sehari-hari di lingkungan pesantren.

Namun, di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pendidikan pesantren juga menghadapi berbagai tantangan. Pesantren dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggali lebih dalam tentang kearifan lokal dalam pendidikan pesantren dan bagaimana pesantren dapat terus berkembang di masa depan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pendidikan pesantren, mulai dari permasalahan yang dihadapi, solusi yang ditawarkan, alasan mengapa pendidikan pesantren penting, tujuan pendidikan pesantren, saran untuk mengembangkan pendidikan pesantren, peluang yang dimiliki oleh lulusan pesantren, tips untuk belajar di pesantren, ide-ide inovatif dalam pendidikan pesantren, serta kesimpulan dan penutup.

Pendidikan pesantren saat ini menghadapi berbagai tantangan di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah stigma negatif yang sering kali dilekatkan pada pesantren, seperti anggapan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang tertutup, tradisional, dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Stigma ini tentunya tidak sepenuhnya benar, karena banyak pesantren yang telah melakukan inovasi dan adaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Permasalahan lain yang dihadapi pesantren adalah kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari segi tenaga pengajar maupun pengelola pesantren. Hal ini menyebabkan kualitas pendidikan di beberapa pesantren masih belum optimal dan belum mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Selain itu, sarana dan prasarana di beberapa pesantren juga masih terbatas, sehingga menghambat proses pembelajaran dan pengembangan potensi santri.

Permasalahan berikutnya adalah kurangnya sinergi antara pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya, baik di tingkat lokal maupun nasional. Hal ini menyebabkan pesantren seolah-olah berjalan sendiri dan kurang terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. Padahal, pesantren memiliki potensi yang sangat besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Permasalahan-permasalahan tersebut tentunya harus segera diatasi agar pendidikan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan bangsa. Diperlukan upaya-upaya strategis dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan lainnya, serta mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada pesantren.

Oleh karena itu, mari kita simak lebih lanjut tentang solusi-solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, serta bagaimana kita dapat menggali lebih dalam tentang kearifan lokal dalam pendidikan pesantren untuk membangun pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan pesantren, diperlukan solusi-solusi yang strategis dan inovatif. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pesantren, baik dari segi tenaga pengajar maupun pengelola pesantren. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan bagi para pengajar dan pengelola pesantren, sehingga mereka dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya.

Solusi lain yang dapat ditawarkan adalah dengan memperkuat sinergi antara pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pesantren dapat menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah umum, perguruan tinggi, maupun lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya. Dengan demikian, pesantren dapat terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional dan memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi kemajuan bangsa.

Solusi berikutnya adalah dengan melakukan inovasi dan adaptasi dalam sistem pendidikan pesantren. Pesantren dapat mengadopsi metode-metode pembelajaran yang lebih modern dan efektif, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran berbasis teknologi. Namun, inovasi dan adaptasi tersebut harus dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan jati diri pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam.

Solusi lainnya adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana di pesantren, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran dan pengembangan potensi santri. Pesantren dapat mengajukan proposal kepada pemerintah atau lembaga-lembaga donor untuk mendapatkan bantuan dalam pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Selain itu, pesantren juga dapat menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri untuk mendapatkan dukungan dalam pengembangan sarana dan prasarana.

Solusi terakhir adalah dengan mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada pesantren. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang peran dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa. Pesantren juga dapat menunjukkan prestasi-prestasi yang telah diraih oleh santri dan lulusan pesantren, sehingga dapat mengubah persepsi masyarakat tentang kualitas pendidikan di pesantren.

Dengan menerapkan solusi-solusi tersebut, diharapkan pendidikan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan bangsa. Mari kita simak lebih lanjut tentang alasan mengapa pendidikan pesantren penting untuk dikembangkan.

Ada beberapa alasan mengapa pendidikan pesantren penting untuk dikembangkan. Pertama, pesantren memiliki sejarah panjang dalam pembangunan bangsa Indonesia. Sejak zaman penjajahan, pesantren telah berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan karakter bangsa. Banyak tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yang lahir dari pendidikan pesantren, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Gus Dur, dan masih banyak lagi. Mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

Kedua, pesantren memiliki keunikan tersendiri dalam sistem pendidikannya. Pesantren menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan umum, sehingga santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Selain itu, pesantren juga menerapkan sistem pembelajaran yang holistik, dimana santri tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar melalui pengalaman hidup sehari-hari di lingkungan pesantren. Hal ini membentuk karakter santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

Ketiga, pesantren memiliki potensi yang sangat besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Lulusan pesantren memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan lulusan lembaga pendidikan lainnya, karena mereka memiliki bekal ilmu agama yang kuat, karakter yang mulia, dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Hal ini tentunya sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan-tantangan di era modern seperti saat ini.

blankKeempat, pesantren dapat menjadi basis pengembangan ekonomi umat. Banyak pesantren yang telah mengembangkan unit-unit usaha, seperti pertanian, peternakan, dan industri kecil. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Selain itu, pesantren juga dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah, yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia.

Kelima, pesantren dapat menjadi basis pengembangan budaya dan kearifan lokal. Pesantren memiliki tradisi yang kaya akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, seperti sikap toleransi, kerukunan, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk dijaga dan dikembangkan di tengah arus globalisasi yang semakin menggerus nilai-nilai budaya lokal. Pesantren dapat menjadi benteng terakhir dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tersebut.

Dengan alasan-alasan tersebut, sudah sepatutnya pendidikan pesantren mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha dan industri. Mari kita simak lebih lanjut tentang tujuan pendidikan pesantren.

Tujuan pendidikan pesantren sejatinya tidak hanya sekedar transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian santri yang berakhlak mulia. Pesantren berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh.

Secara lebih rinci, tujuan pendidikan pesantren dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Membentuk santri yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Pesantren berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam diri santri, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi masyarakat.

2. Mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual. Pesantren tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual santri, tetapi juga pengembangan spiritual mereka. Hal ini dilakukan dengan menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan umum, sehingga santri dapat memiliki wawasan yang luas dan pemahaman yang mendalam tentang agama.

3. Membentuk santri yang mandiri dan berdaya. Pesantren berupaya membentuk santri yang mandiri dan berdaya, baik secara ekonomi maupun sosial. Hal ini dilakukan dengan memberikan bekal keterampilan hidup, seperti kewirausahaan, pertanian, dan industri kecil, sehingga santri dapat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya.

4. Mencetak generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Pesantren berupaya membentuk santri yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada santri untuk terlibat dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan di lingkungan pesantren.

5. Menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Pesantren berupaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, seperti sikap toleransi, kerukunan, dan gotong royong. Hal ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam sistem pendidikan pesantren, sehingga santri dapat menjadi agen perubahan yang menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Dengan tujuan-tujuan tersebut, pendidikan pesantren diharapkan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat, serta memiliki karakter dan kepribadian yang mulia. Generasi inilah yang akan menjadi pelaku perubahan dan pembangunan bangsa di masa depan.

Oleh karena itu, mari kita dukung dan kembangkan pendidikan pesantren dengan sebaik-baiknya, agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi seperti saat ini. Mari kita simak lebih lanjut tentang saran untuk mengembangkan pendidikan pesantren.

Untuk mengembangkan pendidikan pesantren agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing, ada beberapa saran yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pesantren, baik dari segi tenaga pengajar maupun pengelola pesantren. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan, sehingga mereka dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya.

2. Memperkuat sinergi antara pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pesantren dapat menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah umum, perguruan tinggi, maupun lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya.

3. Melakukan inovasi dan adaptasi dalam sistem pendidikan pesantren. Pesantren dapat mengadopsi metode-metode pembelajaran yang lebih modern dan efektif, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran berbasis teknologi. Namun, inovasi dan adaptasi tersebut harus dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan jati diri pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam.

4. Meningkatkan sarana dan prasarana di pesantren, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran dan pengembangan potensi santri. Pesantren dapat mengajukan proposal kepada pemerintah atau lembaga-lembaga donor untuk mendapatkan bantuan dalam pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

5. Mengembangkan unit-unit usaha di pesantren, seperti pertanian, peternakan, dan industri kecil. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar dan menjadi basis pengembangan ekonomi umat.

Dengan menerapkan saran-saran tersebut, diharapkan pendidikan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan bangsa. Mari kita simak lebih lanjut tentang peluang yang dimiliki oleh lulusan pesantren.

Lulusan pesantren memiliki peluang yang sangat besar untuk berkiprah di berbagai bidang kehidupan. Dengan bekal ilmu agama yang kuat, karakter yang mulia, dan jiwa kepemimpinan yang tangguh, lulusan pesantren dapat menjadi pelaku perubahan dan pembangunan bangsa di masa depan.

Beberapa peluang yang dimiliki oleh lulusan pesantren antara lain:

1. Menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab, baik di tingkat lokal maupun nasional. Lulusan pesantren memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan berakhlak mulia, sehingga dapat menjadi pemimpin yang dapat dipercaya dan menjadi teladan bagi masyarakat.

2. Menjadi pengusaha yang sukses dan berdaya saing. Lulusan pesantren memiliki bekal keterampilan hidup, seperti kewirausahaan, pertanian, dan industri kecil, sehingga dapat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

3. Menjadi pendidik yang profesional dan berkarakter. Lulusan pesantren memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama dan nilai-nilai moral, sehingga dapat menjadi pendidik yang profesional dan berkarakter, baik di lingkungan pesantren maupun di lembaga pendidikan lainnya.

4. Menjadi ilmuwan yang berwawasan luas dan berakhlak mulia. Lulusan pesantren memiliki wawasan yang luas, baik dalam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum, sehingga dapat menjadi ilmuwan yang berwawasan luas dan berakhlak mulia.

5. Menjadi agen perubahan sosial yang menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Lulusan pesantren memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sehingga dapat menjadi agen perubahan sosial yang menjaga dan melestarikan nilai-nilai tersebut di tengah arus globalisasi.

Dengan peluang-peluang tersebut, lulusan pesantren diharapkan dapat menjadi pelaku perubahan dan pembangunan bangsa di masa depan. Oleh karena itu, mari kita dukung dan kembangkan pendidikan pesantren dengan sebaik-baiknya, agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. Mari kita simak lebih lanjut tentang tips untuk belajar di pesantren.

Belajar di pesantren memang memiliki tantangan tersendiri, karena santri harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Namun, dengan tips-tips berikut ini, santri diharapkan dapat menjalani proses pembelajaran di pesantren dengan lebih optimal dan menyenangkan.

1. Memahami dan menghayati tujuan belajar di pesantren. Santri harus memahami dan menghayati tujuan belajar di pesantren, yaitu untuk menuntut ilmu dan membentuk karakter yang berakhlak mulia. Dengan memahami tujuan tersebut, santri akan lebih termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Menjalin hubungan yang baik dengan pengasuh dan ustadz/ustadzah. Santri harus menjalin hubungan yang baik dengan pengasuh dan ustadz/ustadzah di pesantren, karena mereka adalah figur yang akan membimbing dan mengarahkan santri dalam proses pembelajaran. Dengan menjalin hubungan yang baik, santri akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan mendapatkan bimbingan yang optimal.

3. Aktif dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Santri harus aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler di luar kelas. Dengan aktif dalam kegiatan tersebut, santri akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan mengembangkan bakat dan minatnya.

4. Memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dan beribadah. Santri harus memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dan beribadah, karena kedua hal tersebut adalah inti dari pendidikan pesantren. Santri harus mampu membagi waktu dengan baik antara belajar, beribadah, dan kegiatan lainnya.

5. Menjaga kesehatan fisik dan mental. Santri harus menjaga kesehatan fisik dan mental selama belajar di pesantren, karena proses pembelajaran di pesantren membutuhkan stamina dan ketahanan mental yang kuat. Santri harus menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan mengelola stres dengan baik.

blankDengan menerapkan tips-tips tersebut, diharapkan santri dapat menjalani proses pembelajaran di pesantren dengan lebih optimal dan menyenangkan. Mari kita simak lebih lanjut tentang ide-ide inovatif dalam pendidikan pesantren.

Untuk mengembangkan pendidikan pesantren agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing, diperlukan ide-ide inovatif yang dapat diterapkan dalam sistem pembelajaran di pesantren. Beberapa ide inovatif tersebut antara lain:

1. Mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum secara seimbang. Pesantren dapat mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum secara seimbang, sehingga santri dapat memiliki wawasan yang luas dan pemahaman yang mendalam tentang agama dan ilmu pengetahuan umum.

2. Menerapkan metode pembelajaran yang lebih modern dan efektif, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran berbasis teknologi. Dengan menerapkan metode pembelajaran tersebut, santri akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di era modern.

3. Mengembangkan unit-unit usaha di pesantren, seperti pertanian, peternakan, dan industri kecil, sebagai basis pengembangan ekonomi umat. Dengan mengembangkan unit-unit usaha tersebut, pesantren dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dan menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah.

4. Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Dengan menjalin kerjasama tersebut, pesantren dapat memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas pendidikannya.

5. Mengembangkan program-program pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pesantren dapat mengembangkan program-program pengabdian masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dengan menerapkan ide-ide inovatif tersebut, diharapkan pendidikan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan bangsa. Mari kita simak lebih lanjut tentang kesimpulan dan penutup dari artikel ini.

Pendidikan pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Dengan sejarah panjang dan keunikan sistem pendidikannya, pesantren telah melahirkan generasi-generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Namun, di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pendidikan pesantren juga menghadapi berbagai tantangan yang harus dihadapi dengan solusi-solusi yang inovatif.

Untuk mengembangkan pendidikan pesantren agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing, diperlukan upaya-upaya strategis dan inovatif dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha dan industri. Upaya-upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pesantren, memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan lainnya, melakukan inovasi dan adaptasi dalam sistem pembelajaran, meningkatkan sarana dan prasarana, serta mengembangkan unit-unit usaha di pesantren.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan pendidikan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan bangsa. Lulusan pesantren diharapkan dapat menjadi pelaku perubahan dan pembangunan bangsa di masa depan, dengan bekal ilmu agama yang kuat, karakter yang mulia, dan jiwa kepemimpinan yang tangguh.

Oleh karena itu, mari kita dukung dan kembangkan pendidikan pesantren dengan sebaik-baiknya, agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi seperti saat ini. Mari kita jaga dan lestarikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan pesantren, sebagai warisan budaya bangsa yang sangat berharga. Semoga dengan upaya-upaya tersebut, pendidikan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah