Pesantren memainkan peran yang sangat penting dalam mendidik karakter para santri sehingga mereka memiliki akhlak yang baik, baik kepada Allah SWT, orang disekitarnya, maupun diri sendiri. Pesanten modern, suatu pesantren yang menggabungkan pendidikan agama dengan pendekatan kontemporer, tidak hanya mengajarkan Pendidikan akhlak dan budi pekerti berlandaskan teori saja, namun juga melalui praktik yang dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari santri.
Beberapa aspek yang diajarkan dan dibiasakan kepada seluruh santri ialah:
- Pembiasaan Akhlak Mulia
Pembiasaan kebiasaan positif, seperti sholat berjamaah dan menjaga kebersihan, dapat dijadikan langkah awal dalam membentuk karakter santri. Aktivitas ini mendekatkan santri dengan nilai-nilai agama serta kedisiplinan mereka.

- Metode Pembelajaran Aktif
Pengajaran yang aktif, seperti diskusi dan role-playing, memungkinkan santri untuk mempraktikkan nilai moral dalam situasi nyata. Ini memperkuat pemahaman mereka tentang karakter melalui pengalaman langsung. Di Darunnajah, santri kelas 5 dan 6 TMI sudah mulai diajak untuk membantu departemen pengasuhan mengurus santri lainnya. Kelas 5 TMI dituntut untuk menjadi mudabbir/oh (pengurus asrama) yang baik bagi anak kamarnya yaitu santri dari kelas 1 sampai kelas 4 TMI dan intensif. Kelas 6 dituntut untuk menjadi pengurus organisasi dan membantu mengawasi kegiatan santri di pondok pesantren. Para santri dari golongan aliyah juga dilibatkan untuk mengorganisir suatu acara, mulai dari acara Bhinneka Tunggal Ika yang diorganisir oleh kelas 4, acara Art Arena dan Perkhutsy & LP3 yang diorgaisir oleh kelas 5, serta acara Darunnajah Spectacular dan PORSEKA yang diorganisir oleh kelas 6.

- Kepemimpinan Berbasis Teladan
Kyai dan para ustadz dan ustadzah harus menjadi teladan yang baik dalam menerapkan akhlak mulia. Kepimimpinan berbasis teladan dari para kyai dan para pengajar memberikan pengaruh yang besar terhadap karakter santri. Santri harus siap untuk memimpin, terutama bagi kelas 4 sampai 6, serta siap untuk dipimpin, terutama bagi kelas 1 sampai kelas 3 serta intensif.

- Program Pengembangan Diri
Pesantren perlu menyediakan program pengembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan untuk membantu santri menghadapi tantangan dunia luar. Salah satu hal telah difasilitaskan oleh Darunnajah ialah kegiatan public speaking, mengajarkan mereka untuk berani berbicara di depan banyak orang. Serta dijadikannya mudabbir/oh juga pengurus organisasi di pondok pesantren agar melatih tanggung jawab serta kepemimpinan.

Penulis: Kireina Azra




