Cidokom, (08/01). Malam, tepatnya setelah salat ‘isya berjamaah santri beserta beberapa dewan guru ikut hadir dalam kegiatan pembukaan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM). Kegiatan ini dibuka langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8, Yaitu K.H. Hadiyanto Arief S.H.M,Bs atau yang akrab disapa Ust. Dedi. Dalam kegiatan tersebut banyak sekali pesan serta pengarahan langsung dari beliau mengenai kegiatan ini. Beliau dengan tegas menjelaskan apa arti serta tujuan dengan diadakannya kegiatan ini.

Pembukaan Kegiatan Praktek Pengabdian MasyarakatPembukaan Kegiatan Praktek Pengabdian Masyarakat

Bapak Pimpinan ketika memberikan pengarahan PPM Foto By. Annurgraphy

“ Kegiatan ini jangan sampai didesakralisasikan, karena inilah orientasi pondok “, ujar Ust. Dedi. Desakralsasi sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penghilangan kesakralan ; proses menghilangnya sifat sakral. Sebegitu berharganya kegiatan ini, dalam pandangan beliau karna setiap pondok memiliki orientasi yaitu cara pandang/berfikir dan orientasi pendidikan pondok yang sesungguhnya ialah masyarakat, karena seesungguhnya pembelajaran yang ada dipondok ini ialah kembalinya kepada masyarakat. Seperti dalam sabda-Nya .; “ Khoirunnaasi Anfa’uhum Linnaasi Wa Ahsanuhum Khuluqan “. (HR. Bukhori dan Muslim).

Selain dari itu kegiatan ini bertujuan agar santri yaitu seorang penuntut ilmu tidak hanya belajar materi didalam kelas saja, tetapi dia harus mampu mengamalkannya ke dalam praktek pelaksaaannya, tujuan selanjutnya agar ilmu itu tidak menjadi menara gading yaitu ilmu yang jauh dari realita sesungguhnya, dan terakhir yaitu sebagai syiar pondok, karena tujuan pendidikan di Pondok Annur Darunnajah 8 ialah semua lapisan masyarakat.

Pembukaan Kegiatan Praktek Pengabdian Masyarakat

Para Peserta Kegiatan Praktek Pengabdian Masyarakat Foto By. Annurgraphy

Hal yang demikan sangatlah berkaitan erat dengan visi pondok yaitu mencetak kader pemimpin umat yang mutaffuh fiddin, dan sekaligus menjadi mundzirul qoum, yang akan menuntun kepada jalan kebaikan, kemudian diakhir sambutannnya beliau mengatakan bahwa setiap masyarakat memliki ciri khasnya masing-masing. Oleh sebab itu, mulailah segalanya dengan keterpanggilan hati yang insyaallah itu semua akan berubah menjadi sebuah amanat yang rasanya harus dipertanggung jawabkan.

By. Rifal Mustakim

Red. S. Rama Prayogo