Pembinaan Guru (2): Taftisy I’dad Tadris Yaumiy

Pembinaan Guru (2): Taftisy I’dad Tadris Yaumiy

Para Guru Ahli Musyawarah Merumuskan SOP Taftiisy I'daad Tadriis

Bagikan

Barang siapa masuk kelas (untuk mengajar)  tanpa persiapan maka akan keluar tanpa penghormatan. Motto yang merupakan terjemahan dari ibarat berbahasa Arab ‘man dakhala ghurfah diraasah bilaa i’daadin kharaja minhaa bilaa ihtiraamin’ ini, senantiasa terpatri dalam sanubari dewan guru TMI Darunnajah 2 Cipining Bogor.

Suasana Pemeriksaan I’dad Tadris Yaumiy di zona Alexandria.

Setiap hari diingatkan, dimotivasi dan diapresiasi, menjadikan setiap guru mestinya sadar akan urgensi adanya I’daad Tadriis atau Lesson Plan, yang juga sering disebut Rencana Program Pembelajaran (RPP).

secara teknis, setiap pagi dimulai pukul 06.30 wib telah bersiap sedia para Mufattisy I’daad (pemeriksa RPP) di zona masing-masing madrasah/sekolah santriwati dan santriwan: Kampus Satu, Alexandria (Iskandaria), Zaid bin Tsabit, Muhammad Al Fatih dan Umar bin Khattab.

Para mufattisy i’dad terdiri dari para Guru Master atau Guru Ahli yang terbilang sudah menjadi guru sedang atau lama. Guru baru adalah mereka yang dari nol sampai delapan tahun pengalaman mengajar (khidmah), guru sedang adalah yang berpengalaman mengajar (khidmah) delapan sampai lima belas tahun, dan guru lama adalah yang telah mengajar (khidmah) lebih dari lima belas tahun. Semua guru, baik baru, sedang dan lama wajib membuat I’daad Tadris setiap hari untuk setiap pelajaran yang mereka ampu.

Maksud dan tujuan pemeriksaan persiapan mengajar harian ini (i’daad tadriis yaumiy) adalah agar guru mengajar dengan benar dan standar dalam setiap Proses Belajar Mengajar (PBM). Dalam i’daad tadris yaumi, setidaknya harus ditulis: tujuan khusus pembelajaran (alghardu alkhaash), pembukaan (muqaddimah) dengan beberapa pertanyaan terkait pelajaran sebelumnya, presentasi (al ‘aradh) yang meliputi beberapa hal terkait karakteristik mara pelajaran masing-masing, contohnya Muthala’ah maka harus meliputi;  penjelasan kosakata baru (mufrodat), penjelasan muatan isi makalah /bacaan (syarhu madhmuunil mauudhuu’i), penguatan pemahaman santri dengan soal jawab (as ilah wa ajwibah) dan praktek story telling (takallum). Kemudian, dilanjut dengan evaluasi (tathbiiq) sesuai tujuan khusus dan diakhiri dengan penutupan (ikhtitaam).

Para Guru Ahli Musyawarah Merumuskan SOP Taftiisy I’daad Tadriis

Berikut adalah STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

GURU PETUGAS PEMERIKSAAN PERSIAPAN MENGAJAR (MUFFATISY ‘IDAD TADRIS YAUMIY)_

DEPARTEMEN TARBIYATUL MU’ALLIMIN/AT AL ISLAMIYAH (TMI)

PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH 2 CIPINING BOGOR

TAHUN AJARAN 2022-2023

بسم الله الرحمن الرحيم

 _Mufattisy I’dad_ memulai tugas pemeriksaan selambat-lambatnya sejak pukul 06.30-09.30 wib. (menjadi uswah hasanah dalam _Harakah Tabkir_).

 Bertugas di zona sekolah masing-masing sesuai penugasan dari Divisi Kurikulum, antara lain: Kampus 1, Iskandaria (Alexandria), Zaid bin Tsabit, Muhammad Al Fatih, dan Umar bin Khattab.

 Memakai seragam resmi mengajar sesuai jadwal pemakaian seragam guru, lengkap dengan sepatu dan peci (bagi ustadz).

 Mendorong Guru Mata Pelajaran untuk memeriksakan _I’dad Tadris_-nya kepada Guru Ahli/ Teacher Master/ Guru Master pada forum Muyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan atau kesempatan lainnya.

 Memeriksa, mengevaluasi, dan menandatangani _I’dad Tadris_ Guru Mata Pelajaran.

 Berkeliling kelas setiap jam pelajaran untuk menanyakan _I’dad Tadris_ guru *(Tilang I’dad)*.

 Melaksanakan supervisi kepada guru tertentu dengan mengamati dan mengevaluasi Proses Belajar Mengajar _(Naqdu Tadris)._ *SUPERVISI = MEMBIMBING.*

 Mencatat seluruh data hasil kinerjanya pada _form_ yang tersedia, dan menyerahkannya kepada staf TU TMI.

 Mengingatkan Guru Tiket untuk menyampaikan _I’dad Tadris_ dari guru yang digantikannya kepada para santri kelas dimaksud.

 Mendorong Guru Piket untuk mau dan mampu mengendalikan kelas-kelas kosong (jika ada), dengan kegiatan bersama, antara lain: membaca Al Qur’an, menghafalkan do’a, membacakan buku-buku kepesantrenan, sholat Dhuha, dan lain sebagainya.

 Pada kondisi ada kelas kosong yang tidak terisi / ter _handle_ oleh Guru Mata Pelajaran, Guru Tiket dan Guru Piket, maka _Mufattisy I’dad_ mengondisikan kelas tersebut untuk tetap *Belajar Mandiri* dengan pola *Mudzakarah* (para santri semuanya terlibat belajar antar mereka, dengan metode Tanya-Jawab, saling menyimak hafalan).

(Wardan/Mr.MiM).

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah