Pembekalan Prakerin Sesi I

Pagi itu begitu cerah, rona wajah sumringah optimis penuh semangat nampak pada para santri kelas XI dan XII SMK Darunnajah Cipining (SMaKDA) yang akan mengikuti pembekalan Praktik Kerja Industri (Prakerin) angkatan ke-2, tepat Jum’at, 21 Oktober 2011.

“Pembekalan Prakerin harus dilaksanakan, saya tidak izinkan apabila anak-anak diterjunkan di Dunia Usaha/Dunia Industri tanpa pembekalan yang matang, terutama dalam bidang akhlak dan tata krama”, dengan tegas Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining menyampaikan kepada Kasek SMaKDA Ust. Sholeh Ahmad, S.Kom.

Pembekalan ini dimaksudkan agar para peserta prakerin memperoleh informasi yang lengkap, serta mendapat motivasi serta persiapan mental, tata krama, dan seluk beluk Dunia Usaha/Industri.

Sensei Kholil Tunjukkan Sertifikatnya "Sebagai Karyawan Terbaik" Saat Magang di Jepang

Usai Pembukaan Pembekalan oleh Kasek SMaKDA, hadir Ust. Ahmad Kholil sebagai nara sumber tentang “Dunia Kerja Dan Karyawan Yang Baik”. Pada kesempatan ini, Sensei Kholil juga mempresentasikan pengalaman kerjanya selama berada di Jepang. Setidaknya ada 5 hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap peserta  prakerin dengan menerapkan 5-S yang dilaksanakan di Jepang:

Seiri, seorang karyawan harus memperhatikan dan memilih barang-barang atau peralatan  yang masih dipakai dan barang-barang tidak diperlukan sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya barang yang benar-benar dibutuhkan dalam aktivitas kerja. Barang-barang yang sudah tidak dipakai harus diinvetarisir pada tempat khusus.

Seiton, meletakkan segala sesuatu sesuai posisi yang ditetapkan sehingga siap digunakan pada saat diperlukan.

Seiso, merupakan kegiatan mempersihkan peralatan dan daerah kerja setiap selesai digunakan, sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik.

Seiketsu, merupakan kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi ketiga tahap sebelumnya. Seorang Karyawan harus menjaga kebersihan badan, pakaian serta penampilan, juga harus dapat menjaga dan merawat  peralatan yang digunakannya.

Shitsuke, Pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-masing pekerja dalam menjalankan seluruh tahap 5S.

Suana Pelatihan

Dalam presentasinya, Sensei Kholil yang mendapatkan sertifikat karyawan terbaik di Jepang saat masa magang di Jepang, juga menampilkan beberapa Foto dan Video kegiatan para karyawan asli Jepang, Ia menggambarkan, masyarakat Jepang sangat serius dalam bekerja, disiplin dan sangat menghargai waktu. Terbukti, ketika mereka berjalan menuju kantor atau pabrik, mereka jarang sekali sambil ngobrol atau candayang tidak perlu, mereka berjalan sangat cepat, dan selalu bisa hadir di tempat kerja minimal 15 menit sebelum jam masuk. Konsekuensi bagi mereka yang terlambat adalah pemotongan gaji, dan dapat pecat dari pekerjaannya, meski terlambat hanya beberapa menit.

Peserta Prakerin, Usai Pembekalan Sesi Pertama Oleh Sensei Kholil

Meski presentasi ini cukup singkat, terlihat semangat Santri SMaKDA semakin membara dan Percaya Diri untuk siap terjun bersaing dalam Dunia Usaha dan Industri. SMaKDA, Ayo semangat!!! Jangan Kalah sama orang Jepang.!!! (SHAAD)