Darunnajah 3 Al-Manshur dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran bagi calon pendidik, Pondok Pesantren Darunnajah 3 Al-Manshur menggelar acara Pembekalan Amaliyah Tadris bagi santri kelas 6 TMI. Kegiatan ini berlangsung di Aula Ibnu Sina pada Kamis, 23 Januari 2025 sampai 27, Januari 2025 dan dihadiri oleh para santriwati kelas 6 TMI, asatidz, serta dewan pengasuh pesantren.
Pembekalan ini merupakan bagian dari program wajib bagi santri kelas akhir yang akan melaksanakan Amaliyah Tadris, yaitu praktik mengajar sebagai persiapan menjadi tenaga pendidik yang kompeten. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan materi tentang metodologi pengajaran, strategi komunikasi yang efektif, serta teknik evaluasi pembelajaran.
Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa Amaliyah Tadris bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari pendidikan di Darunnajah. “Santri kelas 6 TMI harus siap menjadi pendidik yang profesional. Pembekalan ini bertujuan agar mereka memahami bagaimana cara menyampaikan ilmu dengan baik, berinteraksi dengan siswa, serta mengatasi tantangan dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Acara ini diisi oleh beberapa pemateri dari kalangan ustadz dan ustadzah senior yang berpengalaman dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Salah satu pemateri, menekankan pentingnya penguasaan materi dan pendekatan psikologis dalam mengajar. “Guru yang baik bukan hanya yang memahami materi, tetapi juga bisa membangun kedekatan dengan muridnya agar pembelajaran lebih efektif,”
Selain pemaparan teori, santri juga mengikuti simulasi mengajar, di mana mereka diminta untuk mempraktikkan cara mengajar di depan peserta lainnya. Setiap santri diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai metode pembelajaran, mulai dari ceramah, diskusi, hingga penggunaan alat bantu mengajar. Setelah itu, mereka mendapatkan evaluasi langsung dari para penguji.
Salah satu peserta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantunya dalam mempersiapkan diri untuk praktik mengajar. “Awalnya saya merasa gugup, tetapi setelah mendapatkan bimbingan dan latihan, saya lebih percaya diri untuk mengajar,”
Kegiatan ini ditutup dengan sesi motivasi dari pimpinan pesantren, yang menekankan bahwa seorang guru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan bagi murid-muridnya. “Seorang pendidik adalah penerus perjuangan Rasulullah. Maka, jadilah guru yang ikhlas dan penuh dedikasi,” pesan beliau.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para santri kelas 6 TMI lebih siap menghadapi Amaliyah Tadris dan kelak menjadi pendidik yang berkualitas di berbagai lembaga pendidikan Islam.




