Dumai, 2 Oktober 2025 – Suasana pagi di Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai dipenuhi oleh gelora semangat dan haru. Di halaman utama pesantren, 18 santri berbaris rapi dengan balutan seragam Pramuka yang lengkap. Sorot mata mereka penuh dengan tekad dan sedikit degup jantung yang mengiringi antisipasi. Mereka bukan hendak menjalani rutinitas belajar biasa, melainkan akan turun ke gelanggang perlombaan Pramuka Petualang Sekota Dumai, sebuah event bergengsi yang menguji bukan hanya keterampilan, tetapi juga ketahanan mental, fisik, dan kekompakan tim.
Dalam sebuah upacara sederhana namun khidmat
, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren, Ustaz Marfu’ul Azhari, dan Direktur Pengasuhan Santri, Ustaz Shodiq, S.Pd., secara resmi melepaskan ke-18 utusan pesantren tersebut. Pelepasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah simbol penyerahan amanah untuk mengibarkan bendera Al-Harokah Darunnajah 12 di kancah yang lebih luas.
“Anak-anakku, para santri dan santriwati yang saya banggakan,” ujar Ustaz Marfu’ul Azhari dengan suara lantang penuh hikmah, “Lomba ini adalah medan jihad kalian yang lain. Di sini, kalian tidak hanya membawa nama pesantren, tetapi juga nilai-nilai akhlakul karimah yang telah kita pelajari bersama. Tunjukkan bahwa seorang santri tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh, terampil, dan sportif dalam setiap kompetisi. Juara adalah target, tetapi proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan memperkuat ukhuwah adalah tujuan yang lebih utama. tal, dan keterampilan.
Pendampingan teknis dan motivasi selama perlombaan dipercayakan kepada dua pembina Usth Anissa Istiqomah dan Ustaz Joe Farel. Keduanya akan menjadi nahkoda yang membimbing para santri mengarungi tiga hari penuh tantangan, mulai dari 2 hingga 4 Oktober 2025. Beragam jenis perlombaan siap menguji setiap fiber kesabaran dan kreativitas mereka: Lomba Pionering (keterampilan tali-temali dan pembuatan struktur), Lomba LKBB (Latihan Baris-Berbaris), Lomba Hasta Karya, Lomba Pentas Seni, Lomba Mendirikan Tenda, dan berbagai perlombaan sejenisnya yang menjadi ciri khas kegiatan kepramukaan.
Setelah tiga hari bergulat dengan panasnya terik matahari, dinginnya malam di dalam tenda, lelahnya fisik, dan tekanan mental, perjuangan itu akhirnya berbuah manis. Kontingen Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai berhasil mengukir prestasi dengan menyabet Juara 3 dalam Lomba Semaphore Regu Putri. Sebuah pencapaian yang membanggakan, membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras tim tidak ada yang sia-sia.
Pengembangan Keterampilan Hidup Praktis (Life Skills) Dunia akademis di pesantren dan sekolah seringkali terfokus pada teori. Perlombaan Pramuka menjadi laboratorium praktik yang luar biasa. Mereka belajar mengatur logistik, memasak secara mandiri, mendirikan tempat tinggal sementara (tenda), hingga keterampilan komunikasi menggunakan sandi semaphore dan morse. Keterampilan-keterampilan survival ini adalah aset berharga yang akan berguna dalam situasi apa pun di masa depan, jauh melampaui batas-batas perkemahan. Rasulullah SAW sendiri menekankan pentingnya kemandirian dan memanfaatkan waktu dengan baik:
