Pelatihan Khat Kufi di Darunnajah Jakarta Bersama Syekh Abdullah Al-Futainy Diikuti 100 Santri dan 10 Guru Pelatihan Khat Kufi di Darunnajah Jakarta Bersama Syekh Abdullah Al-Futainy Diikuti 100 Santri dan 10 Guru

Pelatihan Khat Kufi di Darunnajah Jakarta Bersama Syekh Abdullah Al-Futainy Diikuti 100 Santri dan 10 Guru

Darunnajah Jakarta kembali mengadakan kegiatan spesial yang memperkaya wawasan seni Islam bagi para santrinya. Pada hari ini, pondok pesantren menyelenggarakan Pelatihan Khat Kufi yang langsung dibimbing oleh ahli kaligrafi internasional, Syekh Abdullah Al-Futainy, seorang pakar khat yang dikenal luas di dunia Arab dan Asia Tenggara. Kegiatan ini berhasil menarik antusias tinggi dengan kehadiran 100 santri serta 10 guru yang ikut mendampingi sepanjang pelatihan.

Pelatihan dimulai dengan pengenalan sejarah khat kufi, salah satu jenis kaligrafi tertua dalam tradisi Islam. Syekh Abdullah menjelaskan bahwa khat kufi bukan hanya sekadar seni menulis, tetapi juga bentuk ekspresi spiritual yang telah digunakan sejak masa awal peradaban Islam, terutama dalam penulisan mushaf Al-Qur’an dan arsitektur masjid. Para santri tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan dengan metode interaktif dan mudah dipahami.

Syekh Abdullah Al-Futainy

Setelah sesi pengantar, Syekh Abdullah langsung memberikan demonstrasi teknik dasar penulisan khat kufi. Dengan ketelitian yang tinggi, beliau menunjukkan cara memegang pena, mengatur tekanan, hingga membuat komposisi huruf yang seimbang. Para santri kemudian diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung di lembar latihan yang telah disiapkan. Suasana belajar terlihat sangat hidup; para santri saling berdiskusi, sementara Syekh Abdullah berkeliling memberikan koreksi dan arahan secara personal.

Tidak hanya santri, para guru yang hadir juga mendapatkan manfaat besar dari pelatihan ini. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar kualitas pembelajaran kaligrafi di pesantren semakin meningkat. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara guru, santri, serta narasumber tamu yang memberikan inspirasi baru.

Di akhir kegiatan, pihak Darunnajah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Syekh Abdullah Al-Futainy atas waktunya dalam membimbing para santri. Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap seni kaligrafi Islam, sekaligus melestarikan tradisi khat kufi di lingkungan pesantren. Para peserta pulang dengan semangat baru dan hasil karya pertama mereka dalam khat kufi, sebagai bukti awal perjalanan menuju penguasaan seni tulis yang penuh nilai estetika dan spiritual.