Pelantikan Pengurus OSANDN Masa Bhakti 2021/2022

Pelantikan Pengurus OSANDN Masa Bhakti 2021/2022

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Share on telegram
Pidato dari Ketua OSANDN Putri Masa Bhakti 2020/2021 – Photo by Annurgraphy

Sabtu Malam (06/02) Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 melaksanakan Pelantikan OSANDN Masa Bhakti 2021/2022 di Aula Satu Dasawarsa. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri dan dewan guru untuk menyaksikan pelantikan santri kelas 5 yang akan menjadi pengurus.

Santri menyimak pidato dan sambutan – sambutan – Photo by Annurgraphy

Mengapa diadakan pergantian pengurus setiap tahun? karena pergantian pengurus adalah bentuk pendidikan kaderisasi dalam pondok. Dengan motto “Patah tumbuh hilang berganti” sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti. Pondok ini adalah pondok kaderisasi. Sebagaimana pohon pisang, santri harus merantau. Pohon pisang harus terpisah dari induknya agar bisa tumbuh dan menjadi anak yang mandiri.

OSANDN Masa Bhakti 2021/2022 – Photo by Annurgraphy

Kaderisasi adalah sebuah keniscayaan mutlak membangun struktur kerja yang berkelanjutan. Dalam pondok, kita menanam nilai kaderisasi dalam jiwa santri agar mereka mampu melanjutkan perjuangan dakwah kekasih Allah yakni Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu santri akan terlatih mengatasi persoalan hidup ketika terjun ke masyarakat.

Dengan memberi tanggung jawab mengurus dan membimbing adik-adik kelasnya, ia akan menemukan berbagai macam gejolak sosial. Karena santri harus memiliki kemampuan soft skill, yakni Leading, Problem Solving, Managing, Motivating dan lain-lain.

Organisasi dikukuhkan oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 – Photo by Annurgraphy

Santri dididik menjadi seorang khalifah, menjadi seorang yang siap memimpin dan siap dipimpin. Memimpin adalah menderita, dengan amanah dan tanggung jawab yang sangat besar. Tetapi semua itu tak akan sulit bagi orang-orang yang beriman, yang khusyuk dalam beribadah dan beramal. Maksud dari khusyuk tersebut adalah, seorang yang mengetahui apa manfaat dari amalan tersebut, apa manfaat dari apa yang ia kerjakan. Sehingga ia akan melakukannya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Salah satu bentuk seserahan sebagai bentuk simbolis dari pengurus lama – Photo by Annurgraphy

Menjadi pemimpin adalah menjadi pengasuh, menjadi contoh suri tauladan, menjadi peneduh dan penggerak. Bukan sekedar mengatur dan memberi hukuman.

Megapa kita harus mendengarkan laporan – laporan pengurus OSANDN? laporan tentang gelas pecah dan pelanggaran santri? Karena pemimpin adalah ia yang memperhatikan hal-hal kecil, belajar dari hal-hal yang detail.

Pemimpin harus tumbuh dari bawah, sebagaimana pohon yang akarnya dalam sampai bawah, lihatlah cabang dan buah2 nya mencapai langit. Santri akan bersatu dengan masyarakat, meresap dan memberi manfaat kepada sekitar bak pohon yang seluruh bagiannya bisa memberi manfaat, akarnya menghujam ke dalam tanah, melindungi dari panasnya matahari dan memberi keteduhan bagi yang sedang bersandar, juga memberi buah segar bagi yang memetiknya. Mengapa? karena akarnya menghujam kebawah, menguasai permasalahan dibawahnya. Jika kau mau menjadi pemimpin yang kuat, kau harus kuasai permasalahan sekecil apapun itu.

inilah didikan dalam pondok, kita harus memahami dan menguasai permasalahan apapun walaupun hal kecil. Dengan sistem kaderisasi ini, kami berharap santri akan menjadi pemimpin yang mutafaqquh fiddiin. Yang berjuang menyelesaikan persoalan dan membantu sekitar demi membela agama Allah, aamiin yaa Rabbal ‘aalaamiin.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah