Rabu, 26 Agustus 2026 – Cahaya matahari menyapa pagi di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom. Cahaya tersebut menyapa barisan santri yang telah rapi di tengah lapangan hijau, yang siap menyambut Apel Tahunan. Apel Tahunan Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka (PORSEKA) resmi dibuka sebagai rangkaian Khutbatul ‘Arsy. Seluruh santri, mulai dari santri baru hingga santri akhir, bersiap di lapangan. Seluruh guru dan karyawan pun antusias datang lebih awal. Derap langkah kaki para santri terdengar semangat untuk mengikuti Apel Tahunan ini.
Apel Tahunan kali ini terasa spesial karena memperingati 20 tahun perjalanan Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom—dimulai dari tanah kosong di Gunung Sindur hingga kini telah berkembang menjadi berhektar-hektar. Momen ini juga sekaligus menyambut 50 tahun perjalanan Pondok Pesantren Darunnajah. Sejarah panjang Darunnajah harus selalu diingat sebagai pelajaran bagi kita semua.

Pagi ini, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8, Ustaz Rifdy Izdihar, M.A., menyampaikan pidato di PORSEKA. Beliau menyampaikan, “Kegiatan Khutbatul ‘Arsy dan PORSEKA hanyalah etalase kekayaan pendidikan Darunnajah. Ia membuka ruang luas untuk berkarya, memimpin, dan mempersiapkan diri menjadi khalifah fil ardh.” Beliau juga menegaskan bahwa santri Darunnajah 8 sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin umat di masa depan.
Beliau menambahkan bahwa seluruh baliho, latar visual (background), hingga penampilan dalam acara ini merupakan murni karya santri. Pondok berperan sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas mereka. Acara PORSEKA ini disiapkan oleh para santri dengan bimbingan dari para ustaz dan ustazah yang siap sedia 24 jam. PORSEKA kali ini menjadi bagian penting dalam mengukir sejarah perjalanan Darunnajah 8 Cidokom.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya:
- Ust. Aunurrofik, M.M. & Ust. Ihsan Nur Hidayat
- Ust. Fakkar & istri (Usth. Eroh Rohayati, S.Pd.)
- Ust. Muhammad Ali Sya’bana, M.Pd.

Suasana acara berlangsung lancar dan tertib hingga akhir. Para wali santri terlihat antusias menyaksikan rangkaian penampilan; sebagian sibuk mencari posisi terbaik untuk mengabadikan momen putra-putri mereka yang tampil di tengah lapangan. Panitia menilai seluruh pihak terlibat secara aktif, dan terdapat peningkatan signifikan pada aspek persiapan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Momentum ini akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan positif, termasuk rangkaian perlombaan yang digelar di lingkungan pesantren.
Bagi para santri, pekan yang baru saja dibuka ini adalah ruang untuk membuktikan diri di bidang olahraga, seni, dan kepramukaan. Bagi wali santri dan masyarakat, agenda ini terbuka untuk disaksikan dan didukung secara langsung. Mari ikuti rangkaian kegiatan berikutnya, berikan dukungan bagi anak-anak yang sedang ditempa menjadi pribadi tangguh, dan jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa hal-hal besar selalu dimulai dari kesediaan untuk bangun lebih pagi.

