Di tengah banyaknya buku, seminar, dan konten parenting yang beredar, ada satu tempat yang sudah mempraktikkan prinsip-prinsip pola asuh terbaik jauh sebelum istilah parenting menjadi populer. Pesantren.
Apa yang dimaksud dengan parenting Islami versi pesantren?
Parenting Islami di pesantren bukan teori yang diajarkan di ruang kelas. Ia adalah cara hidup yang dijalankan setiap hari — cara mendidik anak yang menyeimbangkan kasih sayang dengan disiplin, kelembutan dengan ketegasan, kebebasan dengan tanggung jawab.
Di pesantren, anak-anak diajarkan sholat berjamaah lima waktu bukan dengan ancaman, tapi dengan kebersamaan. Saat banyak santri berjalan bersama menuju masjid sebelum subuh, tidak ada yang merasa dipaksa. Ada kekuatan tersendiri dari melakukan sesuatu bersama-sama — ibadah terasa lebih ringan dan lebih bermakna.
Mengaji setiap sore sebelum Maghrib bukan beban tambahan. Justru menjadi momen ketenangan setelah seharian belajar dan berkegiatan. Dan amalan-amalan sunnah yang dijalani bersama — puasa Senin Kamis, sholat Dhuha, sholat Tahajud — perlahan menjadi kebiasaan yang dicintai, bukan kewajiban yang memberatkan.
Kenapa pola asuh pesantren semakin relevan untuk keluarga modern?
Banyak orang tua zaman sekarang yang kesulitan menemukan keseimbangan antara memberikan kebebasan dan menanamkan disiplin. Kita ingin anak mandiri, tapi khawatir kalau mereka salah langkah. Dan di sisi lain, kita juga ingin anak taat beribadah tanpa harus memaksa sampai mereka malah membenci ibadah.
Pesantren sudah menemukan keseimbangan itu sejak lama. Disiplin di pesantren bukan disiplin yang kaku dan menakutkan. Ini disiplin yang terbentuk dari rutinitas konsisten dan lingkungan yang mendukung. Anak-anak bangun sebelum subuh bukan karena dimarahi, tapi karena semua orang di sekitarnya juga bangun. Sholat berjamaah terasa alami karena seluruh pesantren bergerak ke masjid di waktu yang sama.
Konsep tarbiyah yang dijalankan pesantren — mendidik dengan keteladanan, bukan hanya dengan kata-kata — adalah sesuatu yang banyak dicari oleh orang tua modern tapi sulit diterapkan sendirian di rumah.
Bagaimana pesantren mengajarkan akhlak tanpa harus menggurui?
Di pesantren, akhlak diajarkan lewat contoh langsung. Ustadz yang mengajar di kelas juga tinggal di lingkungan yang sama dengan santri. Apa yang diajarkan di kelas terlihat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada jarak antara teori dan praktik.
Wali kamar yang sabar mendampingi santri yang rindu rumah. Kakak kelas yang membantu adik kelasnya tanpa diminta. Teman sekamar yang membangunkan untuk sholat subuh meskipun dia sendiri juga masih mengantuk. Semua itu adalah pelajaran akhlak yang tidak tertulis di buku manapun, tapi efeknya bertahan seumur hidup.
Di rumah, kita mungkin kesulitan menciptakan lingkungan yang sekonsisten itu. Di pesantren, lingkungan itu sudah tersedia — tinggal anak yang menjalaninya dan tumbuh di dalamnya.
Apa hasil nyata dari pola asuh pesantren yang bisa dirasakan keluarga?
Alumni pesantren sering membawa pulang kebiasaan-kebiasaan yang membuat orang tua terkejut. Anak yang dulu harus disuruh berkali-kali untuk sholat, sekarang justru yang paling awal sampai di masjid. Kamar yang dulu berantakan, sekarang rapi dengan sendirinya. Cara bicaranya lebih sopan. Caranya menghormati orang yang lebih tua terasa tulus, bukan dibuat-buat.
Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Tapi justru karena prosesnya bertahap dan alami, hasilnya melekat jauh lebih dalam.
Apa yang membuat pola asuh ini bertahan lintas generasi?
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining, dengan Panca Jiwa yang menjadi fondasi seluruh sistem pendidikannya — Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan Bertanggung Jawab — adalah salah satu tempat di mana pola asuh Islami ini dijalankan secara konsisten selama lebih dari tiga dekade.
Parenting terbaik tidak selalu yang paling rumit. Kadang, yang paling efektif justru yang paling sederhana — dijalankan bersama, setiap hari, tanpa henti.
Kalau ingin mengetahui lebih dalam tentang bagaimana sistem pendidikan di sana membentuk karakter anak, silakan hubungi lewat WhatsApp 0812111180. Satu kunjungan langsung bisa menjawab banyak pertanyaan yang ada di pikiran.