Pak Kyai: “Selamat Datang Para Santri”

Bakda Shalat Ashar Berjamaah, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining memberikan sambutan dan nasehatnya kepada para santri yang baru saja tiba di Pesantren. Pak Kyai mengajak para santri untuk bersyukur kepada Allah yang telah mentakdirkan para santri untuk bisa datang tepat pada waktunya, karena ada beberapa santri yang tidak bisa datang pada waktu yang ditentukan dikarenakan suatu halangan dan lainnya.

Masjid PesantrenDalam ceramah yang singkat itu Pak Kyai mengingatkan kepada para santri beberapa hal yang penting, diantaranya tentang tujuan sebenarnya Ke Pesantren, yakni untuk belajar. Karena tujuan utama datangnya ke Pesantren untuk menuntut ilmu, maka para santri diharapkan untuk mengatur waktu, jangan malas untuk belajar dan agar terus meningkatkan semangatnya untuk belajar. Jangan sampai ada santri yang sudah datang ke Pesantren tetapi tidak mau belajar dan tidak mau masuk kelas.

Demikian juga kepada santri yang mengambil Program Tahfidz, diharapkan agar tidak melanjutkan ayat yang sedang dihafal (jika belum hafal) pada ayat berikutnya. Akan tetapi ulangilah satu ayat sebelumnya dibaca dengan ayat yang sedang dihafal. Jika sudah lancer maka boleh melanjutkan pada ayat yang berkuytnya. Demikianlah caranya menghafal Al-qur’an, boleh juga metode ini diambil oleh santri lainnya yang non Tahfidz tetapi ingin menghafal Al-Quran.

Tentang  Ibadah para santri pasti ada beberapa yang mengalami penurunan, namanya juga di rumah cobaannya semakin berat. Jika biasanya Shalat Shubuh dibangunkan oleh Gurunya, maka di rumah dibangunkan oleh orangtuanya. Syukur kalau langsung bangun, namun terkadang manjanya juga muncul sehingga Shalatnya tidak penuh lima waktu dalam sehari. Maka ketika kembali ke Pesantren, tebuslah Prestasi Ibadah yang sempat tersendat tersebut dengan meningkatkan Ibadah dan senantiasa melakukan amal kebaikan. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda agar kita menebus segala kesalahan kita dengan perbuatan baik.

Kedatangan kali pertama pasca liburan ini, tentunya banyak para santri yang membawa perbekalan uang atau oleh-oleh dari rumah. Maka bagi santri yang membawa uang perbekalan dengan jumlah yang cukup besar agar menyimpannya didalam “TAS” (Tabungan Amanah Santri), untuk menghindari tercecer atau kehilangan. Dan mungkin ada juga santri yang membawa makanan, maka silahkan bagi-bagi dengan temannya. Selain dapat meningkatkan keakraban, juga merupakan shadaqah. Dengan berbagi kita akan mendapatkan pahala, juga akan mendapatkan berkah bila teman lainnya sedang ada makanan lebih.

“Apakah ada santri yang membawa Handphone?” Pak Kyai bertanya kepada para santri. Jika ada yang membawanya agar segera dikembalikan kepada orangtuanya. Karena untuk komunikasi dengan orangtua Insya Allah tidak sulit. Di Pesantren ada Wartel yang siap melayani para santri jika ingin berkomunikasi dengan orangtuanya. Ustadz-ustadz wali kamar juga ada kontak person yang bisa di hubungi jika ada wali santri yang ingin mendengarkan kabar baik anaknya di Pesantren.

Terakhir, Pak Kyai mengingatkan tentang kondisi cuaca yang sedang Musim Hujan. Beliau menghimbau agar para santri semuanya untuk menjaga kebersihan dan kerapihan Pakaian, terutama di Asrama dan lingkungannya. Untuk Pakaian, hendaknya para santri memberikannya tanda dengan cara menamainya, selain agar tidak tertukar dan dipakai oleh santri lain, juga agar jika tercecer dan dapat diketahui siapa pemiliknya. [WARDAN/@abuadara]