Pak Kiyai Cipining Ingatkan “Ilmu lebih cepat hilang dari binatang buruan”

Ilustrasi: Santri Pesantren Darunnajah Cipining Khusyuk Sedang Mendengarkan Khutbah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Jum’at [2/10] sebagaimana hari-hari biasa, yaitu tausiah Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining di masjid jami’ kampus satu.

Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining
Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining

Pada tausiyah kali ini, yang memang bertepatan sehari sebelum pelaksanaan ujian mid semester [3-15/10] bertemakan persiapan hadapi ujian.

Pak Kiyai Jamhari ingatkan kembali pentingnya belajar, bukan saja pada saat-saat ujian tetapi seluruh aktifitas kita harus belajar, setiap saat dan setiap waktu.

Ujian hakikatnya adalah evaluasi dan hasilnya memulyakan orang, atau sebaliknya menghinakannya. Bila ia berhasil dari ujian maka dia mendapatkan buah keberhasilannya, namun bila gagal maka dia dapatkan pula buah dari kegagalannya.

Walaupun ini ujian mid, maka setiap santri perlu menyikapinya dengan sungguh-sungguh, tidak berleha-leha dan bahkan menyepelekannya, sebab sifat ini adalah sifat egois yang menjerumuskan pelakunya.

Betapa tidak, bahwa ilmu itu lebih cepat hilangnya bila tidak dijaga dengan sebaik-baiknya. Ia bahkan lebih cepat hilang dari benda-benda yang berharga yang kita miliki, ia lebih cepat hilang dari binatang buruan yang diikat dengan sekuat-kuatnya.

Santri perlu berikhtiyar secara lahir dan batin. Secara lahirnya harus menjaga kesehatan, tetap melakukan aktifitas dengan baik, tidak begadang sampai larut, menelaah soal-soal terdahulu atau contoh-contoh soal, belajar secara berkelompok, bertanya kepada guru-guru bilamana ada materi yang kurang dipahami dan sebagainya.

Ilustrasi: Santri Pesantren Darunnajah Cipining Khusyuk Sedang Mendengarkan Khutbah
Ilustrasi: Santri Pesantren Darunnajah Cipining Khusyuk Sedang Mendengarkan Khutbah

Di samping itu usaha bathinnya juga tidak boleh terlupakan, ibadah sholatnya dijaga, berdoa, minta didoakan orangtua, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang membebani pikiran, sehingga konsentrasi buyar, tidak melakukan maksiat-maksiat lainnya.

Pada saat-saat senggang, seorang santri hendaknya meringkas materi-materi pelajaran, kemudian dipelajari dengan tekun, terus secara konsisten, dievaluasikan bisa bersama temannya maupun kepada gurunya.

Terakhir, bila usaha lahir dan bathin sudah dijalankan maka sebagai seorang santri harus tawakkal, memasrahkan urusannya kepada Allah SWT. Mudah-mudahan mid semester gasal ini membuahkan hasil yang baik. [Wardan/Amins]

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir