Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) melalui bagian pengajaran yang diwakili oleh Fawwazul Haq membuka latihan perdana kegiatan berpidato yang akrab disebut muhadloroh, Rabu (28/10). Dengan menempati Masjid Jami’ Darunnajah Cipining, kegiatan yang melatih ketrampilan berbicara di depan umum tersebut dimulai setelah melaksanakan Shalat Isya.
Muhadloroh merupakan salah satu kegiatan yang diwajibkan bagi santri. Kegiatan ini dijadwalkan 2 kali latihan dalam sepekan. Siang hari, menempati jam sekolah tepatnya 2 jam terakhir pada hari Minggu, khusus untuk latihan berpidato menggunakan 2 bahasa asing yaitu Arab dan Inggris. Untuk malam harinya, latihan retorika berpidato dilaksanakan setiap malam Kamis, kesempatan ini digunakan untuk melancarkan bahasa Indonesia.
Dalam berlatih, setiap kelas atau kelompok muhadloroh mengutus 2-3 anggotanya untuk menjadi pembawa acara, orator, dan pembaca kalam ilahi. Dalam setiap penampilan para orator, pembawa acara juga menunjuk hadirin untuk mengambil kesimpulan atau inti sari dari para pembicara. Hal ini dilakukan agar para hadirin memperhatikan dan mengasah kemampuan mereka dalam berbicara secara simultan.
Bila latihan dilaksanakan di kelas atau di lapangan, acara dapat ditambah dengan resting. Kesempatan ini digunakan para santri untuk menunjukkan bakat mereka berakting, bernyanyi atau kelebihan lain yang dapat didemontrasikan di depan teman-temannya.
Kegiatan Muhadloroh yang baru dibuka pada pekan ini karena memang seusai liburan lebaran kemarin, tertambat dengan program pendidikan dan pengajaran yang berupa ujian mid semester. “Insya Allah, setelah ini kegiatan muhadloroh sudah bisa kembali normal. Dan para santri pun dapat leluasa dalam berlatih. Semoga ke depannya kegiatan ini dapat dilakukan dengan baik” kata Saudara Helmi, ketua bagian pengajaran.
Pada kesempatan itu pula, untuk santri baru (kelas 1 TMI & Intensiv) telah diwajibkan untuk berpidato menggunakan bahasa resmi (bahasa Arab & Inggris) setelah beberapa bulan mencontoh kepada kakak kelas mereka sebelumnya. Diharapkan ini menjadi awal yang baik untuk mencari generasi baru yang mahir untuk menjadi Orator-orator yang berkualitas dibidangnya.