Sebagai seorang santri, sudah menjadi hal wajib untuk dapat berbicara di depan kalangan umum.

Latihan berpidato adalah dasar atau bekal untuk berdakwah di masa yang akan datang.

Seorang santri adalah harapan dan tuntunan keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara.

Tak heran jika acara pidato menjadi kegiatan ekstrakulikuler bagi santri, karena sebagai santri kita diajarkan sikap siap memimpin dan siap dimimpin.

Berpidato juga salah satu cara untuk menyampaikan ilmu yang telah kita dapat dan bermanfaat.

Alloh berfirman dalam al quran 9/At-Taubah-122:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُون

Artinya: Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

9/At-Taubah-122

SD Islam Darunnajah telah mendidik santri-santri berpidato setiap 2 minggu sekali sebagai pondasi mereka.

Seluruh santri begitu semangat dan antusias mengikuti acara ini, karena disetiap kegiatan ada gerakan, dan dari gerakan terciptanya barakah.

تحرك ان في الحركة بركة

Cholilul Rahman & Zamakhsyari