Pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc memberikan orientasi dan bimbingan ibadah puasa (shoum) di hadapan seluruh santriwan santriwati dari tingkat MTs, SMP, MA dan SMK Darunnajah Cipining. Hal ini dilakukan sebagai bekal para santri dalam menyambut bulan Ramadahan yang tinggal menghitung hari.

Dalam orientasinya, Bapak Kyai memulai dengan menjelaskan riwayat diperintahkannya puasa. Puasa, pada hakekatnya tidak saja ada dalam agama Islam. Namun, tendesinya dari setiap- puasa yang diajarkan oleh komunitas dan agama lain tidak seperti yang ditunjukkan oleh Allah melalui firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 183. “Dalam Islam, puasa mememiliki tendensi transendental kepada Allah yang pada implementasinya pada tingkat ketaqwaan seorang hamba. Maka, syariat Islam menentukan Ramadhan selama 1 bulan diakhiri dengan Idul Fitri” papar beliau.

Puasa perlu disambut dengan perasaan gembira, karena masih ada umur untuk turut tenggelam dalam beribadah. Perhitungan nilai ibadah di Bulan Ramadhan dilipatgandakan dari hari di bulan-bulan lain. “Ramadhan bulan mulia, bagi yang berhasil melalui dengan iman dan taqwa akan keluar sebagai manusia mulia pula” beliau menambahkan.

Bimbingan Ritual Shoum

Bimbingan Ritual Shoum

Di samping itu beliau memberi wejangan agar santri lebih bersemangat dalam melaksanakan ibadah, baik itu yang sunnah maupun yang wajib. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang terindah diantara bulan- bulan yang lain, bulan yang penuh dengan magfiroh , maka harus dihiasi pula cinta dan kasih sayang sesama hamba Allah.

Maka, lebih khusus Bapak Kyai memberi arahan kepada para santri agar mempersiapkan menghadapi bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. “Santri harus memberikan contoh, terutama kepada anak-anak yang dari sekitar (nonasrama). Jangan ikut-ikutan dengan tradisi yang tidak diajarkan oleh Rasulullah”

“Perbuatan yang sekiranya menghilangkan dan menggugurkan esensi ibadah puasa, harus dihindari. Di masyarakat, kita banyak melihat, kebiasaan orang-orang seusai makan sahur dan shalat Shubuh, pada keluar rumah ramai-ramai, lebih dari itu pemandangan putra-putri  yang dengan alasan olahraga pagi kerap terlihat seolah menjadi hal yang lumrah”

Siap Menjamu Tamu Agung

Siap Menjamu Tamu Agung

Lebih lanjut beliau mengingatkan bahwa bulan Ramadhan juga bukan bulan petasan. Memang, saat Ramadhan datang, banyak anak-anak yang menyambutnya dengan suara petasan. Bahkan khusu’nya tarawih dan tadarusan Al-Qur’an harus terganggu jika suara petasan meledak tidak tahu waktu.

Menjelang pukul 12.00 WIB, bimbingan ibadah yang telah berjalan selama 2 jam tersebut diakhiri. Banyak sudah ilmu dan pemahaman yang santri dapatkan pada kesempatan. “InsyaAllah, Ramadhan kali ini akan lebih indah” kata salah satu santri baru yang tengah siap melaksanakan shalat Dzuhur.

“Dengan adanya bimbingan ini kami dapat lebih mengetahui makna puasa ramadhan khususnya untuk santri baru yang mungkin belum terlalu banyak mengerti dan mengetahuinya. Tidak hanya bimbingan dari beliau, namun arahan dari bagian peribadatan supaya lebih meningkatkan ibadahnya”  tutur Diah Santika selaku bagian peribadatan putri . (Lulu)