One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazhomah

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Sebanyak 114 santri kelas 6 Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyah (TMI) menempuh perjalanan ke dua pesantren sekaligus pada Kamis, 30 Juli 2026. Mereka berangkat membawa satu pertanyaan sederhana: bagaimana pesantren lain menata organisasinya? Kegiatan bertajuk Rihlah Munazhomah Putra 2026 itu digelar sebagai bekal bagi para pengurus yang baru memikul amanah. Sepuluh pembimbing mendampingi rombongan sepanjang hari.

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh
One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Agenda ini diselenggarakan oleh Kepanitiaan Rihlah Munazhomah Putra 2026. Seluruh pesertanya adalah pengurus OSDC masa amanah 2026–2027, yang mencakup satu angkatan penuh kelas 6 TMI. Dengan pembimbing yang menyertai, total 124 orang bergerak pada hari itu menuju dua tujuan:

Pesantren Darul Muttaqien, Parung Pesantren Daarul ‘Uluum, Lido

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Tema yang diusung adalah studi banding kepengurusan organisasi santri. Para peserta mengamati langsung bagaimana pengurus di kedua pesantren membagi tugas, menjalankan program harian, dan menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan. Cara belajar semacam ini menempatkan santri sebagai pengamat sekaligus calon pelaku. Banyak hal tentang organisasi memang lebih mudah dipahami ketika disaksikan langsung di tempat orang lain bekerja.

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Panitia menetapkan dua sasaran yang ingin dicapai peserta:

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Mengenali aspek positif dari kepengurusan pesantren yang dikunjungi, lalu menerapkannya di Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Mencermati kekurangan yang ditemukan, kemudian merumuskan langkah pencegahan agar hal serupa tidak terjadi di lingkungan sendiri

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Rumusan itu menempatkan kunjungan sebagai proses belajar dua arah. Peserta diminta melihat dengan jujur, bukan mencari siapa yang lebih unggul.

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh
One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Dalam tradisi keilmuan Islam, istilah rihlah merujuk pada perjalanan menuntut ilmu. Para ulama terdahulu menempuh jarak jauh demi berguru, mendengar langsung, dan menyaksikan praktik keilmuan di tempat asalnya. Semangat itulah yang tampak dihidupkan kembali melalui agenda ini. Kepemimpinan diajarkan sebagai keterampilan yang tumbuh dari pengalaman, bukan hafalan.

Perjalanan menuju hari pelaksanaan sendiri tidak berjalan mulus. Tanggal kegiatan sempat berubah beberapa kali dan tertunda karena padatnya agenda pesantren. Di internal kepanitiaan, komunikasi dan kerja sama antaranggota menjadi tantangan tersendiri. Justru di titik itulah pelajaran organisasi pertama mereka dapatkan, jauh sebelum rombongan berangkat.

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh

Meski demikian, seluruh rangkaian acara berjalan lancar hingga rombongan kembali ke asrama. Mengunjungi dua pesantren dalam satu hari menuntut kedisiplinan waktu dari setiap peserta. Ritme padat itu menjadi latihan tersendiri bagi para pengurus yang setahun ke depan akan mengatur jadwal ribuan santri. Pengalaman mengelola waktu bersama sering kali lebih membekas daripada materi yang disampaikan di ruang pertemuan.

Agenda tidak berhenti pada hari kunjungan. Setiap divisi OSDC diwajibkan menyusun laporan atas temuan masing-masing selama berada di lokasi. Laporan tersebut menjadi dasar bagi penerapan hal-hal baik yang mereka pelajari. Dengan cara itu, catatan perjalanan diarahkan berubah menjadi rencana kerja yang dapat diukur. Hasil sesungguhnya dari perjalanan ini akan terlihat pada program-program yang dijalankan OSDC sepanjang masa amanah 2026–2027. Santri, guru, dan wali santri dapat mengikuti perkembangannya melalui kanal informasi resmi Pesantren. Masukan, dukungan, dan doa dari seluruh keluarga besar Pesantren akan sangat berarti bagi para pengurus muda ini. Mari kawal langkah mereka, sebab organisasi yang sehat selalu lahir dari kepedulian banyak orang.

One Day, Two Pesantren, One Mission: Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Belajar Menata Amanah Lewat Rihlah Munazh