Oh Pondok ku… (Perpisahan Alumni TMI ke-17)

“Pesta Air mata” itu harus terjadi justru dipenghujung acara Panggung Gembira yang penuh keceriaan. Duka tersebut mendadak menyerang mujahid baru yang akan segera menyandang gelar baru, Alumni Darnnajah Cipining. Rasa Haru dan sedih karena Pondok tercinta akan segera ditinggalkan, bercampur menjadi satu. Kesedihan ini juga terlihat dari air muka santri lainnya yang akan ditinggalkan. Pada malam Senin tersebut (17/05), seluruh santri kelas Akhir TMI Putra berbaris didepan panggung untuk ‘Tashofahan’ (bermaaf-maafan) dengan seluruh santri Putra dan Asatidz (guru-guru). Maka para guru yang hadir pada malam tersebut mulai menjabat tangan Santri Niha’i angkatan ke-17 ini dengan memberikan nasehat perpisahan dan nasehat untuk terus meneruskan perjuangan.

Tak terasa air mata yang sudah tak terbendung, berderai membasahi pipi mereka. Demikian mereka juga mengharapkan ridho dari seluruh guru, khsusnya yang pernah mendidik dan menjadikan mereka seperti ini, juga memaafkan kesalahan mereka selama menjadi santri di Darunnajah Cipining. Bagaikan anak yang akan dipisahkan dari orang tuanya, kurang lebih demikian gambaran yang dapat dilihat saat itu. Suasana dramatis yang tak pernah mereka lupakan.

Setelah Asatidz (guru-guru) memberikan pesan spiritualnya kepada Alumni yang menamakan Advance ini, giliran selanjutnya adalah santri putra yang dimulai dari kelas tertinggi, dan disusul kelas dibawahnya. Rasa kasih sayang Kakak kelas Niha’i yang pernah menjabat menjadi pengurus adik kelasnya ini semakin terlihat dipenghujung acara Panggung Gembira ini. Tak lupa Santri kelas akhir yang akan segera kembali ke kampung halaman ini memberikan nasehat kepada adik-adik kelasnya untuk terus giat belajar di Pondok Tercinta ini.

Segala keunikan dan pengalaman belajar selama di Pesantren Darunnajah Cipining akan menjadi warna terindah yang akan selalu terkenang sepanjang hidup. Tak ada lagi asyiknya saat mengikuti kegiatan Muhadatsah, Muhadhoroh, Pramuka, Silat, dan segudang kegiatan Ekstra lainnya. Tak ada lagi suasana pondok yang asri nan syahdu dengan lantunan bacaan Al-Qur’an di asrama maupun di Masjid Darunnajah. Semoga apa yang didapat dari Pondok ini, bermanfaat buat bangsa dan umat.

Wahai Pondok Tempatku, Laksana Ibu Kandungku. Nan kasih serta sayang padaku. Oh, Pondok ku..

[WARDAN/Kang DR]