Serang/nurul-ilmi.com. Seni Beladiri Tapak Suci sebagai salah satu Ektrakurikuler wajib bagi santri Nurul Ilmi nampaknya mulai menunjukkan prestasi yang gemilang. Hal ini terbukti dengan diraihnya Medali Perak oleh wakil Nurul Ilmi dalam Kejuaraan Daerah Pencak silat Se-Banten yang dilaksanakan di GOR Sultan Maulana Hasanuddin Kota Serang. Wakil Nurul Ilmi atas nama santri Agus Ade Alvianuddin mampu menembus babak semifinal dan menyabet medali perak. Hal ini menjadi suatu kejutan tersendiri karena pada awalnya kontingen Nurul Ilmi belum terlalu diperhitungkan di kancah Kejuaran Silat se-Banten.
Dalam Kejuaran Daerah Silat se-Banten tahun ini Pondok Pesantren Nurul Ilmi mengirim 6 orang utusan atas nama : Agus Ade Alvianuddin, Nur Fadhilah Ramadhan, Ahmad Ridwan, Ahmad Mughophal Dzalila, Sarah dan Susi. Kejuaran ini adalah kejuaraan kedua yang diikuti oleh Pondok Pesantren Nurul Ilmi setelah sebelumnya ikut serta dan berprestasi juga dalam Kejuaraan Darunnajah Open di Jakarta.
Kegiatan Ekstrakurikuler Tapak Suci memang diwajibkan bagi seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Ilmi sebagai upaya Pesantren dalam membekali santrinya ketrampilan bela diri yang nantinya akan banyak bermanfaat ketika santri tersebut terjun berdakwah di masyarakat kelak. Adapun pemilihan Tapak Suci sebagai Seni Bela Diri yang dipelajari di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 sendiri lebih melihat pada factor bahwa jenis Bela Diri Tapak Suci dapat dikembangkan sebagai jenis bela diri untuk pertahanan dan juga untuk seni. Sehingga dengan begitu diharapkan santri yang mempelajari seni bela diri tersebut akan memiliki kemampuan dalam hal bela diri sekaligus mampu berprestasi dalam event-event yang diadakan di berbagai level dan daerah.