Nurul Ilmi | Kunjungan Mahasiswa Universitas Madinah

Nurul Ilmi | Kunjungan Mahasiswa Universitas Madinah

Kunjungan Mahasiswa Universitas Madiah

Apabila orang mabuk impian

dia memandang penggambarannya yang paling kabur mengenai itu

sebagai anggurnya.” (khalil Gibran)

Subhanallah

kunjungan mahasiswa Universitas Madinah kemarin membuat alur cerita yang berbeda,seharusnya menggunakan alur mundur dan campuran,ini semua seakan menggunakan  alur maju,karena adanya dorongan yang mengema membuat para santriwan/wati Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Lebih bersemangat.Dan Alhamdulillah  Impian yang dulu hanya sebatas impian semata, namun sekarang akan dikejar sampai jauh mata memandang.

Para Santri Pondok Pesantren Nurul Ilmi darunnajah 14 Berkumpul dimasjid JAMI’ AL-ADL untuk mendengarkan  Mahasiswa Universitas Madinah bercerita, berbagi pengalaman yang diperolehnya dari Madinah Al-Munawaroh. Mahasiswa Ini Merupakan para alumni dari Pondok Pesantren Darunnajah jakarta yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan disana diantaranya ada Ust.Muhammad Sholeh,Ust.Jahid dan sang fhotografer handal Ust.Azrul Azmani.

Banyak berbagi cerita, dari mulai  mengikuti Dauroh dan Muqobalah yang dilaksanakan setiap tahun diPondok Pesantren Darunnajah Jakarta sampai pada akhirnya mendapatkan tiket untuk melanjutkan study disana (Madinah).

“Allah itu tidak mengukur manusia dengan penampilannya,namun Allah melihat manusia itu dari kesungguhannya,Allah tidak tidur,Allah tidak buta,dan Allah Maha melihat lagi maha mengetahui apa yang hambanya kerjakan (usahakan)”, jelas (Ust.Muhammad Sholeh).

maksud ust tadi adalah bagaimana kita dapat mengerti paradigma islam yang sebenarnya tentang arti Sungguh-sungguh.Sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu,tentunya.

dengan wajah yang merekah semangat beliau terus menceritakan dan berbagi pengalaman menjadi mahasiswa di Universitas Madinah. Yang beliau harapkan adalah agar santriwan/wati Pondok Pesantren nurul Ilmi darunnajah 14 dapat mengikuti langkahnya .

Dan yang lebih luar biasa adalah Majelis dewan Asatidz/ah yang langsung mengatur strategi untuk pembekalan sa ntri-santrinya dalam berlomba-lomba mengejar impiannya.

“apa yang kalian kerjakan sekarang ibarat menanam ,tidak akan langsung merasakan hasilnya sekarang juga,tetapi suatu saat entah kapan esok atau lusa pasti kalian akan memetik hasilnya”. (Ust.Fajar Suryono )

Pendaftaran Santri Baru