Nikmatnya Jika Kita Bertakwa

Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Nikmatnya Jika Kita Bertakwa”

Orang yang bertakwa adalah orang yang dimanjakan oleh Allah Swt. Bagaimana tidak, orang yang bertakwa ini adalah orang yang dimudahkan dalam segala macam urusannya. Orang yang bertakwa ini akan diberikan rizki dari berbagai macam pintu rizki, darimana saja tanpa diduga-duga,

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب

Allah berfirman, orang yang bertakwa kepada Allah, Allah akan memberikan solusi dalam menghadapi berbagai macam kesulitan hidupnya, dan Allah akan memberikan rizki darimana saja datangnya tanpa diduga-duga. Maka hendaknya di bulan puasa ini kita menciptakan diri kita menjadi orang yang bertakwa itu. Karena orang yang bertakwa seperti itu dimanja oleh Allah Swt.

Bertakwa itu bagaimana? Bertakwa itu menjalankan apa yang Allah perintahkan dan menghindari yang dilarang oleh Allah. Kesimpulannya begitu saja. Segala sesuatu yang baik, yang biasa kita lakukan, jangan lupa diniati lillahi ta’ala, hanya semata-mata mengharapkan ridha Allah Swt. Segala sesuatu yang baik, apapun yang kita lakukan, selagi itu kebaikan jangan lupa niatnya untuk mengharapkan ridha Allah, untuk mengharapkan balasan dari Allah. Insya Allah, Allah akan berikan balasan. Orang yang bertakwa seperti itu.

Sebaliknya, kasihan orang-orang yang tidak bertakwa. Kasihan orang-orang yang non-muslim. Amal baik seperti apa pun yang mereka kerjakan tidak akan mendapatkan balasan sama sekali. Allah menyatakan,

أعمالهم كسراب

“Amal perbuatan mereka itu bagaikan fatamorgana, bayang-bayang.”

Kalau kita melihat jalan aspal di siang hari seakan-akan ada air di depan. Tetapi ketika kita datangi, kita coba telusuri, tidak ada air, kering saja. Bayang-bayang seperti itu. Amal perbuatan orang kafir, orang non-muslim ini, sekalipun mereka baik, memberikan santunan sosial juga, amal perbuatan mereka itu paling-paling hanya bisa mendapatkan simpati dari masyarakat. Untuk akhiratnya dia tidak mendapatkan apa-apa. Lebih baik jadi orang yang bertakwa, menjadi orang Islam yang bertakwa, di dunia kita akan dimudahkan oleh Allah Swt., rizkinya lancar-lancar saja, di akhirat nanti juga akan mendapatkan balasan yang tentunya lebih baik.

وللآخرة خير لك من الأولى

“Balasan akhirat itu lebih baik daripada balasan di dunia, sebaik apapun.”

Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Nikmatnya Jika Kita Bertakwa”