DSCF9139 DSCF9139

Muslimah & Self Love: Mencintai Diri Sendiri Tanpa Berlebih

Sebagai seorang Muslimah kita di tuntut untuk menjadi sabar, kuat, rajin dan selalu tampil baik. Di tengah banyak nya peran dan tugas kita sebagai muslimah, terkadang kita lupa untuk merawat diri. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk menjaga diri – fisik, hat, iman – yang merupakan bagian dari Ibadah. Berikut konsep self love secukupnya, sepelunya, dan tentunya di ridai Allah SWT.

  1. Kenali Nilai Diri kita sebagai Hamba Allah SWT

Self-love dimulai dari kesadaran bahwa kita berharga karena Allah yang menciptakan kita. Seorang Muslimah tidak butuh validasi dari dunia untuk merasa cukup. Merasa bernilai karena Allah mencintai hamba-Nya adalah fondasi ketenangan hati.

  1. Merawat Diri Karena Ibadah

Tidur yang cukup, makan yang baik, menjaga kebersihan, merawat penampilan sederhana—semua itu bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk menjaga amanah tubuh yang Allah berikan.

  1. Mengatur Batas (Boundaries) dengan Bijak

Hal ini cukup penting dalam mencintai diri sendiri. Kadang kita terlalu banyak mengambil tugas dan menanggung beban. Belajar berkata “tidak” pada hal yang melelahkan dan tidak membawa keberkahan adalah bentuk self-love yang dewasa. Menjaga diri dari hal yang merusak hati, termasuk overthinking, juga bagian dari batas yang sehat.

  1. Menerima Kekurangan Diri Sendiri

Self-love Islami bukan memuja diri sendiri, melainkan menerima bahwa kita manusia biasa yang bisa salah. Menerima kekurangan sambil terus memperbaiki diri adalah bentuk syukur. Tidak berlebihan, tidak meremehkan diri.

  1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Self-love terbaik adalah ketika hati tenang dan dekat dengan Allah. Dzikir, doa, shalat, dan membaca Al-Qur’an adalah “nutrisi” untuk hati. Muslimah yang mengurus hatinya akan lebih kuat menghadapi dunia.

Self-love bagi seorang Muslimah bukan tentang mencintai diri secara berlebihan, tetapi merawat diri agar lebih siap menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih dekat dengan Allah. Ketika kita menghargai diri sesuai tuntunan agama, hidup terasa lebih ringan dan bermakna.