Setelah genap sepekan kebahagiaan pesantren dengan datangnya para santri baru yang bermukim di kampus Pondok Pesantren Darunnajah Cipining untuk tahun ajaran 2012-2013, kebahagiaan selanjutnya kini menyusul seiring hadirnya bulan suci Ramdhan 1433 H. Dan Ramadhan ini menjadi pengalaman pertama bagi para santri kelas VII dan intensif tersebut dalam menunaikan ibadah puasa di pesantren, tidak lagi bersama keluarganya di rumah.

Selama sepekan sebelumnya, para santri melaksanakan kegiatan MOS (Masa Orientasi Santri). Pada kesempatan itu, mereka saling berbaur, saling mengenal, saling berinteraksi dan berkomunikasi. Menyatukan hati dan visi, mendekatkan rasa dan cita-cita. Menanam kebersamaan dan persatuan. Mengikat persaudaraan dan keakraban hingga di pesantren mereka tetap mendapatkan rasa kekeluargaan. Sehingga pada Ramadhan ini, mereka tetap beribadah di tengah-tengah kasih sayang keluarga, keluarga baru, keluarga besar Darunnajah Cipining.
Bersama keluarga baru, mereka giat menghimpun amalan Ramadhan. Diawali dengan menyambut Ramadhan dengan penuh kesyukuran. Malam hari, mereka laksanakan sholat Tarawih berjamaah dengan para imam dari pembina lembaga tahfizh Darunnajah Cipining. Pada kesempatan itu pula, mereka mendapatkan wawasan terkait Ramadhan dalam acara kultum (kuliah tujuh menit) dari dewan guru.
Pukul 3 pagi, mereka kembali terjaga guna melaksanakan sahur. Usai sahur, untuk memanfaatkan waktu menuggu sholat Shubuh, mereka bergerak menuju masjid, beri’tikaf dan mendirikan sholat-sholat sunnah. Menjelang pagi hari pukul 7, mereka belajar di kelas masing-masing hingga waktu Dzuhur.
Sore harinya saat menjelang buka puasa, mereka berbaris membuat halaqoh (kelompok). Dalam kesempatan itu, secara bergilir, para santri bertugas belajar berpidato. Sesekali teriakan ‘Allahuakbar’ menggema melukiskan Asma-Nya di hati dan semangat mereka. Hingga waktu berbuka tiba, mereka tampak bahagia.
Ibadah lain yang selalu menghiasi mereka ialah tidak luputnya mereka dari membaca Al-Qur’an, baik sebelum maupun selepas melaksanakan sholat 5 waktu. Begitulah mozaik Ramadhan mereka hadirkan di pesantren. (Red-Ramadhan 1433 H)