Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Pesantren Darunnajah 2 Cipining menyelenggarakan serangkaian kegiatan keislaman yang berlangsung selama hampir dua pekan, mulai dari awal hingga pertengahan September 2025. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Ta’lim Sirah yang bertujuan menanamkan kecintaan santri kepada Rasulullah SAW melalui pembelajaran sejarah, akhlak, dan perjuangan beliau.
Kegiatan dimulai pada Jumat malam, 5 September 2025, dengan pembacaan kisah Maulid oleh Tim Hadroh di Aula Kampus 3. Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC Muhammad Aqil dan Tristan Zein, serta tausiah dan muhasabah oleh Ustadz Ahmad Rosichien Wasraf, M.M.Pd. yang mengajak santri untuk merenungi keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Selama enam hari berikutnya, diadakan ta’lim tematik yang membahas berbagai fase kehidupan Rasulullah SAW, antara lain:
- Sabtu, 6 September: Kelahiran dan 40 tahun sebelum kenabian oleh Ust. Hifdzi Shobahi, Lc.
- Ahad, 7 September: Dakwah rahasia dan terang-terangan oleh Ust. Fariz Khaerul Fazri, Lc.
- Selasa, 9 September: Hijrah Nabi dan wafatnya beliau oleh Ust. Mulyadi Abbas, S.Pd dan Ust. Kanafi Salman, S.Pd.
- Rabu, 10 September: Sifat dan budi pekerti Rasulullah oleh Ust. Shihabuddin, S.Pd.
Setiap sesi ta’lim didampingi oleh penanggung jawab dari pengurus organisasi santri: Abdullah Al Faiq, Habib Abdul Musyaffa’, dan Rizky Saputra.
Selain kegiatan utama, PHBI juga diisi dengan jadwal ta’lim harian yang berlangsung sejak 30 Agustus hingga 10 September 2025. Materi yang disampaikan mencakup:
- Sirah Nabawiyah dan strategi dakwah Rasulullah
- Akhlak Nabi dalam interaksi sosial
- Perspektif non-Muslim terhadap Rasulullah
- Makna Maulid sebagai syiar Islam
- Peran Nabi sebagai pemimpin revolusioner
Tak hanya itu, ta’lim mingguan dan khusus seperti Ta’lim DPS, Kepala Asrama, dan Mudhir turut memperkaya pemahaman santri tentang keteladanan Rasulullah SAW secara kaffah.
Menurut penanggung jawab kegiatan, PHBI tahun ini mengusung semangat “Menghidupkan Sunnah Rasul di Tengah Tantangan Zaman.” Diharapkan, melalui kegiatan ini, santri mampu meneladani akhlak Nabi dan menerapkannya dalam kehidupan modern yang penuh tantangan.




