Menjaga Sunnah Pesantren Di Luar Pesantren

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Siapa yang tidak tergiur dan kecanduan dengan gaya hidup bebas, santai dan terbuka yang ditawarkan Kampung Inggris Pare?? Di sini semua orang sepakat dan tahu, bahwa di sini tempat menjamurnya warnet, game online, café-café eksotik, café modern minimalis hingga café klasik, pusat-pusat belanja, jajanan murah, distro, factory outlite, bertemu dengan orang banyak dari berbagi kalangan, usia dan asal, juga biaya hidup yang tergolong masih murah, semua ada dan menjamur di tempat ini. Ditambah lagi kontrool sosial yang cenderung rendah dari penduduk asli setempat mengingat kebanyakan mereka pendatang yang mendepankan sisi profit, benefit, dan bisnis.

Bisa jadi hal-hal disebutkan di atas menjadi faktor pendorong bagi setiap orang untuk terlena dalam nuansa hidup yang terkesan mengasyikkan sehingga bisa juga berujung pada pengabaian nilai-nilai sosial keagamaan yang sebetulnya sudah dibawa dan ditanamkan pada diri setiap orang sejak dini.

1 bulan jauh dari Pesantren bukan berarti santri Pesantren Darunnajah Cipining meninggalkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah ditanamkan pesantren selama ini. Di kampung Inggris sekalipun, bukan berarti santri bebas melakukan hal-hal semaunya, dari sebelum berangkatpun hingga santri tiba dan beberapa hari di Kampung Inggris, tak bosan 2 Pembimbing, Ustadz Muallim Fajri dan Ustadzah Ela Hulasoh memberi pengertian dan pemahaman agar hal-hal yang menjadi sunnah Pesantren tetap berlanjut di sini. Dalam beberapa kesempatan setidaknya ke 2 Pembimbing kompak satu kata, berikut petikan orasi Ustadz Muallim Fajri dalam kesempatan makan pagi menjelang learning “kita berangkat ke sini bukan atas nama personal tapi atas nama lembaga yaitu Darunnajah, hal-hal yang sudah pondok biasakan maka di sinipun kita biasakan baik di camp maupun di kelas dan lingkungan, satu lagi..tidak ada acara ke warnet di malam hari!!”.

 Lebih jauh ustadzah Ela Hulasoh menambahkan “apa saja hal-hal sunnah pondok yang kita jaga?? Contoh..sholat jama’ah wajib, tahsin qur’an sesempit apapun waktu yang kita miliki, berpakaian harus sopan dan islami, bersikap dan bertindak yang wajar, menjaga etika keislaman dalam bergaul sesama kalian, piket camp secara bergantian, dan tidak memubadzirkan uang jajan”.

blankEkspresi kesal dan kecewa kontak ditunjukkan oleh beberapa santri, tapi disitulah tujuan pendidikan, menanamkan yang baik dan memupuk terus kebaikan dengan membiasakannya di manapun, sehingga menjadi sebuah kehampaan ketika tidak dilakukan, meski proses situ terasa akan memakan waktu lama dan panjang pada santri, namun akan sia-sia bila tidak ada penekanan dalam bentuk aturan main yang jelas. Karena pendidikan tidak akan terasakan manfaatnya bagi peserta didik, kecuali melalui rentang waktu yang panjang dan kelak merasakan kebaikannya.

Bersyukur sekali, hal-hal yang disebutkan di atas berjalan dengan baik dan lancar, santri putrid jama’ah 5 waktu di camp putri bersama Ustadzah Ela Hulasoh selaku imam shilat dan sesekali digantikan oleh Himmaty ‘Alifatun Nafi’ah juga Kusmia, keduanya santri kelas XII MA. Adapun santri putra berjama’ah di Prince Camp 1 Mahesa bersama pembimbing camp asrama yang kebetulan alumni dari Pondok Modern Gontor.

 Dari waktu ke waktupun tak henti-hentinya 2 Pembimbing melakukan pengawasan, pemantauan dan mengevaluasi setiap kebijakan yang berlaku selama di Pare di sela-sela kesibukan mereka juga sebagai peserta learning, karena dalam pendidikan tidak mengenal kemutlakan melainkan ada hal-hal yang sifatnya kondisional dan situasional. (WARDAN/Elana TodoMore)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menyinari disaat gelap menerpa. begitu pentingnya ilmu sampai ungkapan sahabat yang mengatakan ” JIka kamu menginginkan kebahagian dunia tuntulah ilmu, jika