Di era modern yang serba cepat seperti saat ini, kita sering dihadapkan dengan berbagai kesibukan dan tuntutan pekerjaan yang kadang membuat kita kesulitan untuk menjaga kekhusyukan dalam beribadah, khususnya saat menunaikan sholat Jum’at. Padahal, sholat Jum’at memiliki kedudukan yang sangat penting bagi umat Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9 yang memerintahkan kaum muslimin untuk meninggalkan jual beli dan segala aktivitas duniawi ketika adzan Jum’at berkumandang.
Artikel ini akan membahas bagaimana cara menjaga kekhusyukan dalam sholat Jum’at di tengah padatnya kesibukan sehari-hari, sehingga kita dapat meraih keutamaan dan keberkahan dari ibadah wajib ini.
Pengertian Khusyuk dalam Sholat
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami apa itu khusyuk. Khusyuk adalah kondisi dimana hati dan pikiran sepenuhnya fokus dan tunduk kepada Allah SWT ketika beribadah. Dalam At-Thariqah al-Muhammadiyah, Syekh Muhammad bin Bir Ali Al-Barkuli mengartikan khusyuk sebagai “kerendahan hati di hadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengawasi.”
Menurut Syekh Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili, khusyuk adalah kepasrahan, kerendahan, dan rasa takut kepada Allah yang tempatnya di hati. Ketika hati khusyuk, seluruh anggota tubuh akan ikut khusyuk karena hati adalah pengendali seluruh anggota badan.
Pentingnya Khusyuk dalam Sholat Jum’at
Allah SWT menegaskan pentingnya khusyuk dalam sholat melalui firman-Nya dalam Surah Al-Mu’minun ayat 1-2:
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya.”
Sholat Jum’at merupakan ibadah wajib mingguan yang memiliki nilai spiritual tinggi, sebagai momen untuk memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus mempererat persaudaraan sesama muslim. Jika dilaksanakan dengan khusyuk, sholat Jum’at dapat menjadi sarana untuk mendapatkan ketenangan batin, memperbaharui semangat keimanan, dan mendapatkan berkah berlipat.
Tantangan Menjaga Khusyuk di Tengah Kesibukan
Beberapa tantangan umum yang sering dihadapi dalam menjaga kekhusyukan sholat Jum’at di tengah kesibukan adalah:
- Tekanan pekerjaan: Deadline dan tanggung jawab kantor yang menumpuk.
- Pikiran yang terbagi: Memikirkan pekerjaan atau urusan pribadi saat sholat.
- Kelelahan fisik: Kondisi tubuh yang lelah akibat aktivitas padat.
- Waktu terbatas: Keterbatasan waktu istirahat yang tersedia.
- Lingkungan tidak kondusif: Tempat sholat Jum’at yang kurang nyaman atau terlalu ramai.
Tips Menjaga Khusyuk dalam Sholat Jum’at
Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan untuk menjaga kekhusyukan dalam sholat Jum’at di tengah kesibukan:
1. Persiapan Mental dan Fisik yang Matang
Persiapkan mental dan fisik sebelum waktu sholat Jum’at tiba. Luangkan waktu sejenak untuk menenangkan pikiran dari urusan pekerjaan. Manajemen waktu yang baik pada hari Jum’at sangat penting, atur jadwal pekerjaan agar tidak terlalu padat menjelang waktu sholat Jum’at.
2. Datang Lebih Awal ke Masjid
Usahakan untuk datang lebih awal ke masjid sebelum khutbah dimulai. Dengan begitu, Anda memiliki waktu untuk menenangkan pikiran, melakukan sholat sunnah, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik. Datang tergesa-gesa di menit terakhir sangat mungkin akan mengganggu kekhusyukan.
3. Menyempurnakan Wudhu
Menyempurnakan wudhu adalah langkah awal menuju sholat yang khusyuk. Imam Sya’rani dalam Kitab Abwab Al Faraj mengatakan, “Hadirnya hati dalam shalat sesuai dengan kadar kehadiran dalam wudhu dan ini sudah terbukti.” Jadi, lakukan wudhu dengan tenang, sempurna, dan fokus sebagai persiapan menghadap Allah SWT.
4. Memahami Makna Bacaan Sholat
Usahakan untuk memahami makna dari setiap bacaan dalam sholat. Ketika kita mengerti apa yang kita ucapkan, akan lebih mudah untuk menghayati dan menghadirkan hati dalam sholat. Seperti yang disampaikan Ustadz Abdul Somad, “Saya tidak suruh menghafal. Paham saja.”
5. Menghadirkan Rasa Takut dan Pengharapan kepada Allah
Saat sholat, hadirkan dalam hati rasa takut akan hukuman Allah dan harapan akan rahmat-Nya. Syekh Izzuddin bin Abdissalam menyarankan untuk menggunakan kaidah “likulli maqamin maqalun”, dimana di setiap gerakan sholat, ada bacaan dan penghayatan masing-masing yang harus diseriusi.
6. Menjaga Pandangan dan Fokus
Arahkan pandangan ke tempat sujud dan hindari menoleh ke kanan dan kiri yang dapat mengganggu konsentrasi. Bersikap ihsan dalam sholat yaitu beribadah seolah-olah kita melihat Allah, dan jika tidak bisa, yakinlah bahwa Allah melihat kita.
7. Sholat Seolah-olah Sholat Terakhir
Bayangkan bahwa sholat Jum’at yang sedang dilaksanakan adalah sholat terakhir dalam hidup. Hal ini akan membantu meningkatkan kesungguhan dan kekhusyukan dalam beribadah.
8. Manfaatkan Teknologi dengan Bijak
Di era digital, manfaatkan teknologi untuk mendukung ibadah, bukan mengganggu. Matikan notifikasi ponsel atau aktifkan mode pesawat saat menuju dan selama sholat Jum’at. Pertimbangkan juga untuk menggunakan aplikasi pengingat waktu sholat atau aplikasi Al-Qur’an digital untuk membaca Surah Al-Kahfi sebelum Jum’at.
9. Memilih Tempat Sholat yang Tepat
Jika dimungkinkan, pilihlah tempat sholat Jum’at yang nyaman dan tidak terlalu ramai. Bagi yang bekerja di kantor, perhatikan kesesuaian hukum sholat Jum’at di kantor menurut mazhab yang dianut. Mayoritas ulama (Hanafiyah, Syafiiyah, dan Hambali) membolehkan sholat Jum’at di luar masjid termasuk di kantor, sementara mazhab Malikiyah mensyaratkan harus di masjid jami’.
10. Doa untuk Kekhusyukan
Berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan untuk khusyuk dalam sholat. Beberapa doa yang bisa diamalkan:
“Ya Allah, semoga Engkau memberi pertolongan kepada kami untuk bisa selalu ingat (zikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”
“Ya Rabb, anugerahkanlah rasa ketenangan (tumakninah) dan khusyuk dalam sholat kami.”

Persiapan Khusus Sholat Jum’at di Kantor
Bagi yang melaksanakan sholat Jum’at di kantor, berikut beberapa tips tambahan:
- Koordinasi dengan Tim: Komunikasikan jadwal sholat Jum’at dengan rekan kerja dan atasan, agar pekerjaan dapat diatur dengan baik.
- Siapkan Pakaian Bersih: Sediakan pakaian bersih dan wangi di kantor untuk digunakan saat sholat Jum’at.
- Ciptakan Lingkungan Kondusif: Jika bertanggung jawab dalam pengaturan sholat Jum’at di kantor, usahakan tempat yang bersih, nyaman, dan minim gangguan.
- Khutbah yang Efektif: Untuk khatib, sampaikan khutbah yang ringkas namun bermakna, menyesuaikan dengan waktu istirahat karyawan.
- Jadwalkan Pekerjaan dengan Bijak: Hindari menjadwalkan rapat atau deadline pekerjaan di sekitar waktu sholat Jum’at.
Kesimpulan
Menjaga khusyuk dalam sholat Jum’at di tengah kesibukan memang bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Dengan persiapan yang baik, pemahaman yang tepat, dan usaha yang konsisten, kita dapat meraih kekhusyukan yang akan membawa keberkahan dalam hidup kita.
Ingatlah bahwa khusyuk adalah pemberian dari Allah SWT yang tidak bisa didapatkan secara instan. Seperti yang disampaikan Buya Yahya, “Khusyuk itu adalah pahala. Kalau kita berusaha khusyuk pun sudah dinilai oleh Allah.” Maka, jangan pernah berhenti berusaha meski belum bisa sepenuhnya khusyuk.




