Susah nggak ya cari wanita idaman itu?
Kalau Anda bilang susah, mungkin Anda memang belum pernah datang ke pesantren putri Darunnajah Cipining. Soalnya, salah satu kegiatan santri putri memang diprioritaskan untuk mencetak wanita idaman. Mengingat perempuan memilki peran penting nantinya bagi sebuah keluarga, pengasuhan putri dalam berbagai kesempatan selalu mengagendakan kursus-kursus untuk meningkatkan kompetensi santriwati Darunnajah Cipining agar memiliki kriteria wanita idaman yang tidak saja tampak secara ‘jamilah’ dan sholihah, pastinya juga dalam bidang urusan rumah tangga.
Melanjut program Jamrana XXI saat liburan UN Madrasah Aliyah tahun 2009, kursus nisaiyyah santri putri kembali dilakukan dengan beberapa materi pada hari Kamis, 23 April 2009. Materi yang pertama adalah menyulam. Kegiatan ini dilakukan secara serempak di pelataran masjid putri. Dengan peralatan jarum tusuk dan benang wol beraneka warna, para santri mulai menyulam sesuai keinginannnya dengan bantuan dan pengawasan Ustadzah Erni dan kawan-kawan.
Kursus selanjutnya adalah menghidangkan makanan. Namun sebelum masing-masing kelompok menghidangkan makanan, mereka harus memasak terlebih dahulu menu yang akan dihidangkan tersebut. Kali ini, menu yang harus mereka olah adalah roti tawar isi daging.
Dengan masing-masing kelompok yang diketuai oleh santriwati kelas X MA, mereka saling adu resep sehingga diharapkan hasil dari roti tawar isi daging memiliki rasa yang lezat. Sembari memberi komando, Ustadzah Musyarofah dan Ustadzah Erni mengawasi jalannya masak-memasak tersebut.
Usai memasak, tugas selanjutnya adalah menghidangkan hasil masakan tersebut semenarik mungkin di atas piring. Mereka kembali saling beradu kreasi. Ada yang ditata melingkar dengan hiasan sambal caos di titik-titik tertentu, ada pula yang mengkreasikan dengan tatanan secara menumpuk tapi tetap terliat elegan hingga mengundang selera. Setelah itu sajian yang telah siap dihidangkan kemudian dibawa ke meja depan untuk dinilai dan dievaluasi para pembimbing.
Setelah dievaluasi oleh para pembimbing, makanan tersebut dibagikan kembali kepada masing-masing kelompok. Anggota kelompok pun dapat menikmati hasil masakan mereka sendiri dengan rasa yang beraneka ragam. Namun, bagaimanapun hasilnya, hari itu bakal menjadi pengalaman dan pembelajaran para santriwati dalam salah satu katagori wanita idaman dengan mampu masak yang enak.
Jum’at sore (25/4) selepas sholat Ashar, agenda kursus nisaiyyah kembali diksanakan dengan kursus membuat tas dari kertas. Setelah berbagai jenis karton dan peralatan lainnya mereka siapkan, kursus yang berlokasi di pelataran masjid putri itu segera dimulai dengan bimbingan Ustadzah Erni.
Setahap demi setahap, mereka mulai memotong kertas sesuai kebutuhan kemudian merangkainya menjadi bentuk tas yang diinginkan. Berbagai bentuk dan ukuran tas mereka buat dengan penuh keseriusan. Menjelang pukul 17.00 WIB bel menunjukkan waktu telah usai. Mereka pun mengemasi dan merapikan semua peralatan dan kembali ke kamar-masing-masing. Mereka berharap dapat menyelesaikan pembuatan tas itu secepatnya.