Menjadi Santri yang Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya
Menu

Menjadi Santri yang Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya

Kegiatan NESCAFA Hari Pertama

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Dalam sebuah perkumpulan; Organisasi, Lembaga, Instansi, yayasan, serta berbagai wadah perkumpulan lainnya, sudah sepatutnya rasa tanggung jawab tertanam dalam diri setiap individu yang terkait dengan institusi tersebut. Jika rasa tersebut tidak tertanam dalam pribadi masing-masing orang, bagaimana ia akan menjalankan tugas yang telah diembankan kepadanya. Jika rasa tersebut menghilang, kita bisa menjamin bahwa amanah yang telah disematkan kepadanya niscaya tak akan berjalan.

Dalam dunia pendidikan, khususnya pesantren, para santri sudah dididik untuk bisa bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri atau terhadap tugas yang telah diberikan kepada mereka. Hal tersebut tercermin bagaimana para santri-santri tersebut mampu mengatur adik-adik kelasnya di lingkungan asrama, masjid, atau di lapangan olahraga. Para santri yang masih duduk di kelas 3 Aliyah harus mengayomi adik-adik kelasnya dari kelas 1-5 selama 24 jam penuh.

Mari kita bicarakan dalam skala yang lebih kecil, kegiatan pramuka misalnya. Seminggu sekali para santri selalu melakukan kegiatan pramuka di lingkungan pesantren. Ketika lomba semisal Lomba Penggalang dan Penegak para anggota harus manut kepada ketua regu yang telah mereka pilih secara sukarela lalu melaksanakan tugas yang telah diberikan kepadanya dengan sepenuh hati. Mereka harus bertanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan sang ketua kepadanya. Dari situlah keharmonisan antara anggota regu dengan ketua berjalan seimbang. Sang ketua mempercayai anggotanya sedang sang anggota berusaha bertanggung jawab merampungkan tugasnya dengan sungguh-sungguh.

Meski pramuka adalah kegiatan yang melelahkan, namun, ada banyak nilai-nilai hidup yang tertuang di dalamnya. Meski pramuka adalah kegiatan yang menuntut fisik, namun, dengan pramuka kita juga kita bisa bersenang-senang dalam kesedihan yang nyata. Bagaimanapun, Scout is Jolly Game. Itulah mengapa sebuah pesantren selalu mengadakan kegiatan pramuka setiap minggunya, supaya santrinya mampu mengamalkan dasa dharma yang mereka ucapkan setiap minggunya ketika upacara. Supaya para santri tersebut benar-benar mengamalkan bukan hanya menghafalkan dasa dharma tersebut khususnya sila kesembilan; bertanggung jawab dan dipercaya.

Kegiatan NESCAFA Hari Pertama
Kegiatan NESCAFA Hari Pertama

(ZA)

 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Maklumat Pimpinan Terkait Peraturan Terbaru Kedatangan Santri

Maklumat Pimpinan Pesantren Annur Darunnajah 8 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 dan Kedatangan SantriMaklumat Pimpinan Pesantren An-Nahl Darunnajah 5 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dan