Menikah: Antara Keengganan dan Keharusan dalam Islam Menikah: Antara Keengganan dan Keharusan dalam Islam

Menikah: Antara Keengganan dan Keharusan dalam Islam

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa orang tampak enggan untuk menikah? Atau mungkin Anda sendiri merasakan keraguan tersebut? Menikah merupakan salah satu tahapan penting dalam kehidupan seseorang, namun tidak semua orang merasa siap atau ingin menjalaninya.

Tulisan ini membahas tentang pandangan Islam mengenai pernikahan, alasan di balik keengganan menikah, kewajiban menikah dalam Islam, manfaat menikah, serta berbagai aspek penting lainnya seputar pernikahan dalam perspektif Islam.

Berikut uraiannya:

Mengapa Beberapa Orang Enggan Menikah?

Keengganan untuk menikah dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Beberapa orang mungkin merasa belum siap secara finansial, takut akan tanggung jawab yang besar, atau ingin fokus pada karir dan pendidikan terlebih dahulu.

Ada pula yang khawatir tidak dapat memenuhi hak-hak pasangan atau merasa tidak memiliki hasrat seksual yang cukup.

Namun, apakah alasan-alasan ini dapat dibenarkan dalam pandangan Islam?

Apa Kata Islam Tentang Membujang?

Islam memandang pernikahan sebagai sesuatu yang sangat dianjurkan.

Nabi Muhammad SAW bahkan memperingatkan tentang bahaya membujang dalam sebuah hadits:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : جَاءَ ثَلاثُ رَهطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَسأَلُونَ عَن عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا أُخبِرُوا كَأَنَّهُم تَقَالُّوهَا ، فَقَالُوا أَينَ نَحنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ؟ قَد غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ ، قَالَ أَحَدُهُم : أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي الَّليلَ أَبَدًا ، وَقَالَ آخَرُ : أَنَا أَصُومُ الدَّهرَ وَلا أُفطِرُ ، وَقَالَ آخَرُ : أَنَا أَعتَزِلُ النِّسَاءَ فَلا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا ، فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَنتُمُ الَّذِينَ قلُتُم كَذَا وَكَذَا ؟ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لأَخشَاكُم للَّهِ وَأَتقَاكُم لَه ، لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفطِرُ ، وَأُصَلِّي وَأَرقُدُ ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، فَمَن رَغِبَ عَن سُنَّتِي فَلَيسَ مِنِّي

“Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, ‘Suatu saat ada tiga orang datang mengunjungi istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka bertanya mengenai ibadah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ketika diperoleh jawaban, mereka menganggap kecil ibadah mereka sendiri. Mereka mengatakan, ‘Ibadah kita tidak ada apa-apanya dibanding Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, padahal beliau sudah diampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang.’ Salah satu dari mereka kemudian berkata, ‘Saya akan selalu shalat sepanjang malam selama-lamanya.’ Yang lain berkata, ‘Saya akan berpuasa sepanjang tahun dan tidak akan berbuka.’ Dan yang lain berkata, ‘Saya akan menjauh dari perempuan, saya tidak akan menikah seumur hidup.’ Mendadak Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang dan berkata, ‘Kalian yang berkata ini dan itu? Demi Allah aku orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa di antara kalian, tetapi aku berpuasa di hari tertentu dan tidak berpuasa di hari yang lain, saya shalat dan saya juga tidur, begitupun aku menikahi perempuan. Barangsiapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku.'” (HR. Al-Bukhari no. 5063 dan Muslim no. 1401)

Apakah Menikah Itu Wajib dalam Islam?

Menurut para ulama, hukum menikah dapat berbeda-beda tergantung kondisi seseorang.

Bagi yang khawatir terjerumus dalam perzinaan jika tidak menikah, maka menikah menjadi wajib.

Sementara bagi yang belum mampu secara finansial atau mental, dianjurkan untuk bersabar dan menjaga kesucian diri sambil berusaha mempersiapkan diri.

Apa Saja Manfaat Menikah dalam Perspektif Islam?

Islam memandang pernikahan memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Menyempurnakan separuh agama

2. Menjaga kesucian diri

3. Mendapatkan ketenangan jiwa

4. Memperoleh pahala sedekah jariyah melalui anak yang shalih

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Bagaimana Mengatasi Kekhawatiran Finansial Sebelum Menikah?

Kekhawatiran finansial seringkali menjadi alasan utama seseorang menunda pernikahan.

Namun, Islam mengajarkan kita untuk bersandar pada Allah SWT dan berusaha semampu kita.

Rasulullah SAW bersabda:

ثَلاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَونُهُم : المُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَالمُكَاتِبُ الذي يُرِيدُ الأَدَاءَ ، وَالنَّاكِحُ الذِي يُرِيدُ العَفَافَ

“Tiga golongan yang Allah wajibkan atas diri-Nya untuk menolong mereka; orang yang berjihad di jalan Allah, Mukatab (budak) yang ingin menebus dirinya, dan orang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatan dirinya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1655)

Apakah Menikah Menghambat Karir dan Pendidikan?

Banyak orang beranggapan bahwa menikah akan menghambat karir dan pendidikan.

Namun, pandangan ini tidak selalu benar.

Justru, pernikahan dapat menjadi motivasi untuk lebih maju dalam karir dan pendidikan.

Syaikh Bin Baz menyatakan, “Menikah tidak menghalangi seseorang dari studi. Seorang pemuda dapat menikah, menjaga agama, akhlak dan menundukkan pandangannya.”

Bagaimana Menemukan Pasangan yang Tepat?

Dalam mencari pasangan, Islam mengajarkan kita untuk memperhatikan empat kriteria: agama, keturunan, kecantikan/ketampanan, dan harta.

Namun, Rasulullah SAW menekankan bahwa agama harus menjadi prioritas utama.

Beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)

Apa Saja Tanda-tanda Kesiapan Menikah?

Beberapa tanda kesiapan menikah meliputi:

1. Kematangan emosional

2. Kesiapan finansial (meskipun tidak harus kaya)

3. Pemahaman tentang tanggung jawab dalam rumah tangga

4. Keinginan untuk membangun keluarga

5. Kemampuan berkomunikasi dengan baik

Bagaimana Islam Memandang Ketakutan akan Pernikahan?

Islam mengajarkan kita untuk tidak takut pada pernikahan.

Allah SWT berfirman:

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32)

Apa Pesan Rasulullah SAW Tentang Menikah?

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menikah.

Beliau bersabda:

يَا مَعشَرَ الشَّبَابِ ! مَنِ استَطَاعَ مِنكُمُ البَاءَةَ فَليَتَزَوَّج، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلبَصَرِ وَأَحصَنُ لِلفَرجِ

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu menanggung nafkah, maka hendaknya ia menikah, karena menikah lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.” (HR. Al-Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)

Apa Saja Tantangan dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya?

Pernikahan bukanlah jalan yang selalu mulus. Ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi, seperti:

1. Perbedaan pendapat dan karakter

2. Masalah keuangan

3. Kurangnya komunikasi

4. Campur tangan pihak ketiga

Untuk mengatasinya, kita perlu membangun komunikasi yang baik, saling pengertian, dan selalu mengembalikan segala urusan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19)

Bagaimana Mempersiapkan Diri Secara Mental untuk Menikah?

Persiapan mental sangat penting sebelum menikah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Memperdalam ilmu agama, terutama tentang hak dan kewajiban suami istri

2. Meningkatkan kemampuan mengelola emosi

3. Belajar berkomunikasi dengan baik

4. Membangun niat yang ikhlas untuk beribadah melalui pernikahan

5. Berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan keberkahan dalam pernikahan

Foto: Sidang komisi pada rapat evaluasi tahunan Darunnajah 2 Cipining – 2024.

Bagaimana Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah?

Membangun keluarga yang sakinah (tenteram), mawaddah (penuh cinta), dan rahmah (kasih sayang) adalah dambaan setiap Muslim. Beberapa kunci untuk mencapainya:

1. Menjadikan agama sebagai pondasi keluarga

2. Saling menghormati dan menghargai pasangan

3. Komunikasi yang terbuka dan jujur

4. Saling memaafkan dan berlapang dada

5. Bekerja sama dalam menjalankan tanggung jawab rumah tangga

Apa Saja Doa-doa yang Berkaitan dengan Pernikahan?

Ada beberapa doa yang bisa diamalkan terkait pernikahan, di antaranya:

1. Doa memohon jodoh yang baik:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan wataknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan wataknya.” (HR. Abu Dawud no. 2160)

2. Doa setelah akad nikah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا وَبَارِكْ عَلَيْهِمَا وَجَمَعَ بَيْنَهُمَا فِي خَيْرٍ

“Ya Allah, berkahilah keduanya dan berkahilah untuk keduanya dan kumpulkanlah di antara keduanya dalam kebaikan.” (HR. At-Tirmidzi no. 1091)

Penutup

Pernikahan adalah salah satu sunnatullah yang memiliki banyak hikmah dan manfaat. Meskipun terkadang terasa menakutkan atau memberatkan, kita hendaknya tetap bersemangat dan terus belajar mempersiapkan diri untuk menjalaninya.

Semoga dengan memahami lebih dalam tentang pernikahan dalam Islam, kita dapat menghilangkan keraguan dan ketakutan yang tidak beralasan, serta mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah sesuai dengan tuntunan agama.

Langkah Selanjutnya: Bagaimana Anda Akan Mempersiapkan Diri?

Setelah membaca artikel ini, bagaimana langkah Anda selanjutnya? Apakah Anda akan mulai memperdalam ilmu agama tentang pernikahan? Atau mungkin Anda akan berdiskusi dengan orang tua atau mentor spiritual Anda tentang kesiapan menikah? Ingatlah, persiapan yang baik adalah kunci menuju pernikahan yang berkah dan bahagia.