Bimbingan dan Konseling (BK) selama
ini sering dianggap sebatas tempat
bagi siswa yang bermasalah. Namun,
pandangan itu mulai bergeser di lingkungan pesantren Darunnajah. Melalui program Pelatihan Guru BK Darunnajah Pusat dan Cabang, para guru BK kini diajak memperluas wawasan bahwa fungsi BK jauh lebih luas, mencakup pengembangan potensi, karakter, hingga prestasi santri.
Program pelatihan ini merupakan inisiatif
Darunnajah Pusat dan bersifat wajib bagi seluruh pesantren cabang.
Dari Darunnajah 2 Cipining, empat guru
BK terpilih menjadi peserta: Ustadz Opang
Maulana, Lc., Ustadz Hifdzi Sobahi, Lc.,
Ustadzah Nabila Zakiyyatunnisa, S.Pd., dan
Ustadzah Aura Yasin Sa’bani. Pelatihan ini
berlangsung sekali setiap pekan,tepatnya hari
Rabu dan direncanakan selama 16 pertemuan,
dimulai sejak Oktober hingga Januari mendatang.
Setiap pertemuan diisi dengan materi yang
dirancang untuk memperkaya pemahaman dan
praktik profesional guru BK. Menariknya, pelatihan ini menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan. Salah satu yang
paling berkesan adalah Dra. Ibu Tina Jupartini,
M.Pd., Ketua Tim Pembelajaran Direktorat
Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kemendikdasmen.
Kehadiran beliau membuka cakrawala
baru bagi para peserta tentang bagaimana
layanan BK dapat dirancang lebih strategis dan
berdampak luas bagi perkembangan santri.
Tidak hanya belajar di ruang pelatihan,
para peserta juga mendapat kesempatan
melakukan studi banding ke MAN Insan
Cendekia Serpong. Kunjungan ini dilakukan
pada pertemuan keempat sebagai bagian dari
upaya memperdalam pemahaman terhadap
implementasi program BK di lembaga
pendidikan unggulan nasional.
Tujuan utama dari program ini adalah
untuk memperkuat sistem dan pelayanan
BK di lingkungan pesantren Darunnajah dan
seluruh cabangnya. Melalui pelatihan ini, para
guru BK diharapkan mampu melihat bahwa
bimbingan dan konseling bukan hanya tentang
menyelesaikan masalah, tetapi juga tentang
mendampingi santri agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berprestasi.




