Mengenalkan 5 Rukun Islam pada Anak Usia Dini dengan Metode Bernyanyi Mengenalkan 5 Rukun Islam pada Anak Usia Dini dengan Metode Bernyanyi

Mengenalkan 5 Rukun Islam pada Anak Usia Dini dengan Metode Bernyanyi

Mengenalkan 5 Rukun Islam pada Anak Usia Dini dengan Metode Bernyanyi

Rukun islam adalah lima pondasi utama yang menjadi landasan kehidupan seorang muslim. Kelima rukun islam ini merupakan kewajiban dasar yang menjadi pendoman untuk membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Mengenalkan ajaran islam pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang penuh kreatif dan juga menyenangkan. Salah satunya dengan metode bernyanyi, karena dengan metode bernyanyi ini sangat identik pada dunia anak, dan anak-anak lebih memiliki auditori yang kuat, jadi dengan metode bernyanyi ini adalah pilihan metode yang tepat pada anak, karena dapat memudahkan anak untuk mengingatkan sesuatu informasi ini dengan lagu, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan memudahkan anak untuk menghafal.

Lagu 5 rukun islam

  1. Syahadat

” aku seorang muslim, Membaca syahadat

Tuhanku hanya allah, Muhammad utusan allah”

(bisa dinyanyikan dengan burung kakak tua)

Memperkenalkan makna syahadat sebagai pondasi iman

  1. Sholat

” tegakkan sholat yang lima waktu,

Sholat subuh 2 raka’atnya

Sholat magrib 3 rakaatnya

Dzuhur, ashar dan isya 4 raka’atnya”

Dapat dinyanyikan Sambil perkenalkan waktu sholat dengan Gerakan seperti tangan yang lagi berdoa, menunjukkan jari sesuai dengan waktu sholat seperti sholat subuh 2 jari

  1. Puasa

” apakah arti puasa?

puasa tidak makan

Puasa tidak minum

Sejak subuh sampai maghrib”

  1. Zakat

” bayar zakat rukun islam yang ke empat,

Hukum memberikan zakat itu wajib,

Zakat fitrah artinya suci, mensucikan jiwa muslim

Ayo berzakat sebelum hari raya”

  1. Haji

” pergi haji ke mekah

Wajib bagi yang mampu

Thawaf keliling ka’bah

Ruku islam terakhir”

Dengan metode bernyanyi ini terbukti sangat efektif pada anak dalam mengenali 5 rukun islam. Kunci keberhasilan dalam mengajarkan metode ini selalu mengulang atau selalu konsisten. Dengan metode ini kita dapat menanamkan pondasi keimanan yang kuat sejak usia dini.

Kita sebagai seorang guru, mari kita jadikan pembelajaran agama ini sebagai momen yang dinanti-nantikan oleh anak, bukan menjadikan sebagai beban.