MENGAPA SANTRI PUTRI GEMAR MEMBACA?

Dalam persepsi hampir semua orang, dimanapun itu, ke ujung dunia manapun, perpustakaan identik dengan sunyi senyap, bersih, rapi, ber-AC, dikelilingi barisan-barisan rak buku yang tertata berbaris-baris dan apik. Kursi dan meja yang kokoh, wajah-wajah serius dan tegang, bahkan tak sedikit orang malas berlama-lama di perpustakaan karena tempatnya mudah sekali mengajak kepada kejenuhan serta kebosanan. Eiiiit….tahan dulu, segudang persepsi tidak mengenakkan mengenai perpustakaan!

Membaca dengan nuansa alami di Darunnajah Cipining Membaca dengan nuansa alami di Darunnajah Cipining

Tengok saja–atau bagi yang belum tahu, mulai bayangkan– perpustakaan santri putri Darunnajah Cipining, berlokasi persis di sebelah kanan masjid dengan memanfaatkan koridor masjid sebagai penataan rak buku-buku. Koridor masjid sendiri berbatasan langsung dengan taman rumah asatidz pengasuh santri putri, yang terawat dengan rapi, bunga-bunga segar dengan aneka macam dan warna. Lalu tengok lagi ke sebelah utara masjid, lapangan olahraga basket dan badminton yang rindang dengan barisan pepohonan besar, yang di bawahnya terpancang tempat duduk bambu yang panjang mengelilingi lapangan basket tersebut.

Lalu ketika duduk di bawah pepohonan rindang yang menambah elok suasana, palingkan juga wajah ke belakang, maka gemuruh air sungai dari pegunungan semakin membuat mata terbelalak. Belum lagi mata santri akan dimanjakan dengan hamparan hijau padi di sawah yang berhektar-hektar milik masyarakat setempat, dan takkan lama lagi angin bebas yang sejuk dari sawah dan gunung segera memburu wajah santri. Jadi tidak ada alasan bagi santri putri Darunnajah untuk malas mengunjungi perpustakaan.

Apalagi, semakin hari, pengurus perpustakaan putri yang diketuai oleh Iis Apriyanti (santriwati kelas XI MA), Ade Ramandita (Santiwati kelas X MA), Juniarti Harahap (Santriwati kelas X MA), semakin giat meningkatkan pelayanannya, dimulai dari memberi penulusuran buku yang memudahkan santri, bedah buku rutin, kliping berita-berita penting, mading kreasi di ruang-ruang publik santri, kunjungan rutin ke Book Fair, dan semakin meningkatkan fungsinya dengan mengelola wakaf buku baik buku pelajaran maupun non pelajaran.

Ditambah lagi baru-baru ini, perpustakaan tersebut terus melengkapi inventarisnya dengan menambah satu unik rak buku yang lebih besar sehingga dapat menyimpan buku dengan kapasitas lebih banyak. Diharapkan, almari itu, nantinya dapat menampung berbagai macam buku yang sarat akan makna kehidupan dan pengabdian kepada-Nya.

Nah…sekarang, percaya-kan kenapa santri putri betah berlama-lama baca di perpustakaan? Karena membaca di alam bebas, tanpa merasa cepat bosan. Dan suasana semahal ini, cuma di perpustakaan putri Darunnajah Cipining.
Bagi pembaca yang budiman, perpustakaan putri masih menerima wakaf segala jenis buku, jika yang berminat, hubungi Ustadzah Ela Hulaso, S.Sos di nomor kontak 0813 9988 0770. (Ela Hulaso)