Sebanyak 155 santri dari kelas 5 TMI Pesantren Darunnajah 2 Cipining merampungkan program tahunan krusial kepramukaan mereka. Mereka mengikuti kegiatan Pengembaraan & Pelantikan Penegak Bantara yang dilaksanakan selama dua hari penuh, Kamis dan Jumat, 15-16 Mei 2025. Program yang diprakarsai oleh KGP, khususnya Ankulat, ini bertujuan utama meningkatkan kualitas andhik Pramuka agar mereka menjadi pribadi yang lebih kuat dan mahir dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Kegiatan yang dipusatkan di medan pegunungan Mt. Papandayan, Garut, Jawa Barat ini dirancang khusus untuk menguji batas kemampuan fisik dan mental para peserta. Selain membantu meningkatkan ketahanan fisik dan kedisiplinan, pengembaraan ini juga berfokus esensial pada pembentukan karakter para santri. Nilai-nilai kepramukaan mendasar seperti tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama tim secara langsung diterapkan melalui simulasi nyata di alam terbuka.

Sebanyak 155 peserta yang berpartisipasi dalam program ini didampingi secara intensif oleh 7 pembimbing, termasuk Ust. Sholehudin, S.Pd., selaku Direktur Pengasuhan Putra. Meskipun menghadapi tantangan besar seperti memastikan kesiapan mental dan fisik, serta mengantisipasi kondisi cuaca dan alam yang tak terduga, kegiatan ini berjalan sukses sesuai jadwal. Keberhasilan ini ditandai dengan Pelantikan Penegak Bantara dan pemberian tanda pengenal Bantara kepada setiap peserta yang telah memenuhi kualifikasi.
Pemberian tanda pengenal tersebut bukan sekadar simbol, melainkan penanda pencapaian tingkat kemahiran tertentu dalam Gerakan Pramuka, sekaligus pengakuan atas pengalaman berharga yang didapatkan. Menurut
panitia penyelenggara, kegiatan ini memiliki makna filosofis mendalam sebagai pacuan semangat bagi para andhik muda. “Kegiatan ini dapat menjadi pacuan agar andhik lebih giat mengikuti Pramuka dan menginspirasi adik kelasnya,” ujar salah satu perwakilan pembimbing.
Ia menambahkan, setelah soft skill kepemimpinan dan bertahan hidup mereka terlatih melalui kegiatan ini, para santri juga memiliki potensi besar untuk mengikuti lomba-lomba di luar lingkungan Pesantren. Rencana tindak lanjut pasca-pelantikan adalah memastikan bahwa nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Publik didorong untuk terus mendukung upaya pembentukan generasi muda yang memiliki ketahanan fisik dan integritas karakter yang kokoh.
