Kegiatan Manasik Haji di Pondok Pesantren Darunnajah 9 diselenggarakan pada 14 Februari 2026 sebagai bagian dari pembinaan keislaman dan pendidikan karakter bagi santri baru. Kegiatan ini diikuti oleh santriwati kelas 1 TMI dan kelas Intensif, dengan melibatkan para wali kelas serta sebagian guru sebagai panitia pelaksana. Kegiatan berlangsung dengan tertib, edukatif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.
Manasik haji dipimpin langsung oleh Ustadz H. Robith Huda, S.H., guru dari Darunnajah 8, yang secara khusus diundang sebagai muthowwif (pembimbing manasik). Kehadiran beliau memberikan nilai tambah tersendiri, karena pengalaman dan pemahamannya dalam membimbing ibadah haji mampu menyampaikan materi secara jelas, runtut, dan mudah dipahami oleh santri tingkat awal.
Kegiatan manasik haji ini bertujuan untuk mengenalkan urutan dan tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada santriwati melalui simulasi langsung. Para peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan setiap rangkaian ibadah haji, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Metode simulasi ini dinilai efektif dalam membantu santriwati memahami alur ibadah secara menyeluruh dan kontekstual.

Dalam pemaparannya, Ustadz H. Robith Huda menjelaskan bahwa manasik haji bukan sekadar latihan teknis, melainkan sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan makna spiritual yang terkandung dalam setiap ritual haji. Ia menekankan bahwa ibadah haji mengajarkan kesetaraan, keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan total kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam sejak dini dalam diri santriwati.
Selain aspek ibadah, kegiatan manasik haji juga dirancang sebagai media pendidikan karakter, yang juga menjadi landasan dalam kurikulum TMI. Selama simulasi berlangsung, santriwati dilatih untuk bersabar dalam mengikuti setiap tahapan, disiplin dalam menaati arahan pembimbing, serta bekerja sama dengan sesama peserta. Nilai kesabaran dan kedisiplinan menjadi poin penting yang terus ditekankan, mengingat kedua karakter tersebut sangat dibutuhkan dalam kehidupan pesantren maupun dalam pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya.
Antusiasme para santriwati terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap tahapan manasik dengan penuh semangat, memperhatikan penjelasan pembimbing, serta aktif bertanya ketika terdapat hal-hal yang belum dipahami. Bagi sebagian besar peserta, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama mengenal ibadah haji secara menyeluruh, sehingga memberikan kesan mendalam dan pembelajaran yang berharga.

Lebih dari sekadar pengenalan tata cara ibadah, manasik haji ini juga bertujuan untuk membangun motivasi yang kuat dalam diri santriwati agar kelak memiliki cita-cita dan tekad untuk menunaikan ibadah umrah dan haji di masa yang akan datang. Dengan memahami makna dan keagungan ibadah haji sejak dini, diharapkan santriwati tumbuh dengan kesadaran spiritual yang kuat serta semangat beribadah yang tinggi.
Melalui kegiatan manasik haji ini, Pondok Pesantren Darunnajah 9 menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan Islam yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan akidah, ibadah, dan akhlak. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan santri agar tumbuh sebagai pribadi muslimah yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kesiapan spiritual dalam menjalani kehidupan di masa depan.
Dengan terselenggaranya manasik haji yang berjalan lancar dan penuh makna ini, diharapkan santriwati kelas awal dapat memiliki pemahaman yang benar tentang ibadah haji, sekaligus menjadikannya sebagai bekal awal dalam perjalanan keilmuan dan spiritual mereka di lingkungan pesantren. -NA
