Salah satu tradisi pesantren adalah memelihara khazanah Islam dengan jalan di antaranya mewarisi tradisi keilmuan para ulama terdahulu dengan mengapresiasi kitab-kitab turats dan menjadikannya sebagai sumber belajar yang sangat penting.
Untuk itu, Program Fath Kutub Al-Turats merupakan salah satu usaha untuk menjadikan dan membiasakan para santri kelas akhir (VI) untuk memaksimalkan kemampuan berbahasa Arab mereka dalam mengkaji kitab-kitab turats, berani membaca, memahami, memilah dan memecahkan pelbagai persoalan pada bidang-bidang keagamaan, dan mampu mengistinbatkan (konklusi) pendapat-pendapat para ulama.




Materi pembahasan dalam Program Fath Al-Kutub Al-Turats Al-Islamy dibagi dalam lima bidang keilmuan, yaitu fiqh, tafsir, hadits, akidah/tauhid dan akhlak.
Metode yang digunakan dalam program fath kutub al-turats ini adalah metode Syntopical yaitu membaca berbagai macam buku dalam topik yang sama yang dikehendaki untuk membandingkan materi pada buku tersebut.
Variasi sumber bacaan (dua buku atau lebih tentang masalah yang sama) tersebut akan sangat membantu kita untuk menjadi kaya akan referensi suatu topik kajian.


Setelah proses membaca, penulisan dan diskusi dengan masing-masing pembimbing, Alisha Shafira (6H) santriwati kelas akhir menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik, dia dapat memperdalam materi yang diberikan juga mendapatkan pandangan-pandangan baru akan isu kontemporer.
Selain itu, santriwati bernama Hukma Shabiya (6H) juga merasakan banyak manfaat dari kegiatan Fath Al-Kutub Al-Turats Al-Islamy seperti: memberikan pengalaman membaca buku sumber yang dapat meningkatkan kosakata juga literasi nya baik dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Maka, melalui program ini diharapkan Santri dapat menjaga pengetahuan tentang warisan ilmu pengetahuan dari para ulama terdahulu dan pengetahuan tentang literatur-literatur Islam klasik dan modern.
Dengan demikian cita-cita melestarikan dan menjaga tradisi keilmuan Islam, terutama di lingkungan pesantren Darunnajah terus berjalan dan berkembang. (Usth Anisa Rasyida, B.Hsc)