Di tengah hiruk pikuk modernisasi, Pesantren Darunnajah 2 Cipining konsisten menanamkan nilai-nilai Al-Quran kepada para santri ciliknya melalui program muroja’ah juz 30 yang diselenggarakan seusai shalat fardhu berjamaah di Masjid Zam Zam Al Ashmakh.
Program yang digagas oleh Ustadz Misbakhudin Azka ini membagi juz 30 menjadi lima bagian, disesuaikan dengan waktu shalat fardhu. Para santri membentuk holaqoh atau lingkaran besar, kemudian secara bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan suara yang selaras dan penuh khidmat.
“Tantangan terbesar adalah mengatasi kejenuhan santri karena harus mengulang bacaan yang sama setiap hari. Namun, justru pengulangan inilah yang membuat hafalan semakin kuat,” ungkap Ustadz Athourrosyid Rusydan, penggagas program ini.
Kegiatan yang berlangsung di masjid kampus 2 Pesantren Darunnajah 2 Cipining ini tidak sekadar bertujuan menghafal Al-Quran, tetapi juga membangun mental dan kepercayaan diri santri cilik untuk tampil di depan umum. Hal ini menjadi fondasi penting bagi mereka yang kelak diharapkan menjadi penghafal 30 juz Al-Quran.
Program muroja’ah ini merupakan bukti nyata komitmen pesantren dalam membentuk generasi Qurani yang tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga memahami esensi nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat menjadi pionir dalam menyebarkan cahaya Al-Quran di masa depan.