Sering kali dalam hidup ini kita dihadapkan pada berbagai pilihan. Kadang kita merasa yakin dengan pilihan kita, namun ternyata tidak membawa kebaikan. Atau sebaliknya, ketika dipaksa memilih sesuatu yang tidak kita sukai, justru itulah yang terbaik. Lalu, benarkah kita selalu tahu apa yang terbaik untuk diri kita sendiri?
Tulisan ini membahas tentang bagaimana memahami bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik, termasuk ketika kita mendapat ujian yang berat. Juga membahas hikmah di balik perintah dan larangan Allah.
Berikut uraiannya:
Apakah Kita Selalu Tahu Apa yang Terbaik?
Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan dalam menilai baik dan buruk. Seringkali yang kita anggap baik justru membawa keburukan, dan yang kita anggap buruk ternyata menyimpan banyak hikmah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)
Ayat ini mengajarkan kepada kita, bahwa penilaian kita tentang sesuatu tidaklah selalu benar. Betapa banyak hal yang kita sukai, namun Allah tahu itu buruk bagi kita. Dan sebaliknya, sesuatu yang kita benci bisa jadi itulah yang terbaik.
Contoh, seorang anak kecil lebih suka makan permen daripada sayur. Ia menganggap sayur itu tidak enak, sedangkan permen sangat ia sukai. Namun orang tua tentu lebih tahu, bahwa sayur jauh lebih baik untuk kesehatan anaknya.
Demikian juga dengan kehidupan kita. Apa yang menjadi pilihan kita belum tentu baik di mata Allah. Karena pengetahuan Allah Maha Luas tak terbatas. Hanya Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Rahasia di balik Perintah dan Larangan Allah
Setiap perintah dan larangan Allah mengandung hikmah yang luar biasa. Meskipun akal kita terbatas untuk memahami itu semua, namun kita harus yakin bahwa apapun yang Allah perintahkan dan larang pasti demi kebaikan kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Ini tidaklah didapatkan kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur sehingga itu baik baginya. Jika tertimpa kesusahan, maka ia bersabar sehingga itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999)
Hadits ini menegaskan bahwa apapun yang Allah takdirkan bagi seorang mukmin, pasti mengandung kebaikan. Kalau diberi nikmat ia bersyukur, kalau dapat musibah ia sabar. Syukur menambah kebaikan, sabar menghapus dosa.
Orang yang beriman yakin, bahwa hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya. Kalaupun Allah mengujinya dengan sesuatu yang tidak ia sukai, ia yakin itu adalah pilihan Allah yang terbaik.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura [42]: 30)
Ayat ini semakin mempertegas, bahwa tidak ada yang terjadi atas manusia kecuali itulah yang terbaik baginya. Karena semua atas kehendak Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Bagaimana Bersikap Ketika Mendapat Ujian yang Berat?
Terkadang Allah memberikan kita ujian yang sangat berat, sampai-sampai kita merasa tidak sanggup menanggungnya. Namun yakinlah, setiap ujian pasti sesuai kadar kemampuan kita.
Allah Ta’ala berfirman:
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286)
Jadi ketika Allah menguji kita dengan sesuatu yang berat menurut ukuran kita, maka yakinlah bahwa menurut Allah kita mampu menjalaninya. Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha, maka dia akan mendapatkan keridhaan Allah. Dan barangsiapa yang murka, maka dia akan mendapatkan kemurkaan Allah.” (HR. At-Tirmidzi no. 2396, Ibnu Majah no. 4031. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Jadi bersabarlah ketika mendapatkan ujian. Terimalah dengan penuh keridhaan dan lapang dada. Karena itulah bentuk cinta Allah kepada kita. Dan jangan bersikap marah atau kesal, karena itu justru menjauhkan diri kita dari rahmat-Nya.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, “Bila kamu tidak bisa bersabar terhadap kehilangan sesuatu yang kamu cintai, maka bersabarlahlah terhadap sesuatu yang membuat Allah murka kepadamu.”
Menguatkan Keyakinan bahwa Pilihan Allah adalah yang Terbaik
Kita harus meyakini dengan sepenuh hati, bahwa tidak ada yang lebih mengetahui dari Allah tentang apa yang terbaik untuk kita. Ilmu kita terbatas, sedangkan ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman [31]:34)
Dengan meyakini hal ini, kita akan mantap dalam menjalani kehidupan ini. Bahwa apapun yang kita usahakan, pada akhirnya Allah-lah yang menentukan hasilnya. Dan Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.
Umar bin Khattab ra berkata, “Ikhlaskanlah niatmu karena Allah, perbaguslah amalmu, dan puncak dari kebaikanmu adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagimu.”
Penutup
Kehidupan kita di dunia ini memang penuh dengan ujian. Ada suka dan duka, mudah dan sulit, enak dan tidak enak. Namun ingatlah selalu, bahwa di balik semua itu mengalir rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Semoga ilmu yang kita pelajari dapat menguatkan keimanan kita, bahwa setiap peristiwa yang terjadi semua atas izin dan pilihan Allah. Dan pilihan Allah pasti yang terbaik bagi kita, meskipun kadang sulit untuk dipahami.
Yuk, Amalkan Ilmunya!
Setelah memahami betapa besar kasih sayang Allah kepada kita, janganlah tinggal diam. Buktikanlah rasa syukur dengan semakin giat beribadah dan berbuat baik.
Terapkan segera hal-hal baik yang sudah kita pelajari. Kuatkan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi di hadapan Allah. Semoga hidup kita semakin berkah dan bahagia dengan selalu mengikuti pilihan dan petunjuk Allah.