MELALUI TOT, BIRO PENGASUHAN KADERKAN ATLET INTERNASIONAL

MELALUI TOT, BIRO PENGASUHAN KADERKAN ATLET INTERNASIONAL

Rabu (28/10), kepala Biro Pengasuhan Santri, Ustadz Ahmad Rosichin, S.Pd.I. membuka secara resmi kegiatan Training of Triner (TOT) tahun 2009 untuk Seni Beladiri Darunnajah Cipining (SBDC) di hadapan peserta dan panitia. Sebelumnya, dalam kata pembuka sambutan, Ustadz Rosichin mengajak bersyukur kepada Allah SWT, karena akhirnya kegiatan ini dapat dilaksanakan setelah tertunda dari waktu yang telah dijadwalkan.

Bismillah.....Allahu Akbar
Bismillah.....Allahu Akbar

Pembukaan ditandai dengan pemukulan drum yang diawali dengan mengumandangkan takbir 3 kali. Menandai resminya para peserta,Taqiyudin berkesempatan disematkan secara langsung tanda peserta secara simbolis mewakili peserta lainnya. Adapun para peserta TOT adalah kelas 5 TMI (kelas IX MA) asrama dan sebagian dari kelas 6 TMI nonasrama yang berjumlah + 35 santri.

Masih dalam sambutannya, Ustadz Rosichin juga berharap agar para peserta dapat mengikuti training tersebut dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi. Mereka juga diharapkan untuk tetap menjaga kondisi badan agar selalu prima, mengingat pada training ini dibutuhkan mental dan ketahanan tubuh yang kuat.

Selepas training ini, mereka akan dituntut pula dapat meneruskan kegiatan pelatihan silat yang selama ini dipegang oleh santri senior. Secara turun temurun, kegiatan silat di Pesantren Darunnajah Cipining memang santri senior melatih kegiatan silat secara swadaya yang dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi.

Organisasi SBDC sejak terbentuknya dulu pada tahun awal berdirinya pesantren selalu mencetak berbagai macam prestasi, baik pada level lokal maupun nasional. Kali ini, Ustadz dari 2 putra tersebut mengharapkan agar pesilat Darunnajah Cipining mampu menembus dunia internasional.

Panitia dan Peserta TOT 2009
Panitia dan Peserta TOT 2009

Namun, Ustadz asal kota Tegal tesebut kembali mengingatkan bahwa penguasaan terhadap ilmu beladiri janganlah membuat si empunya menjadi sombong, takabur, dan lupa diri. Justru dengan kelebihan tersebut, haruslah dimanfaatkan untuk menuai prestasi demi prestasi. Para santri yang merasa belum mampu bresprestasi melalui nilai akademik, dapat menunjukkan prestasi lainnya dalam bidang ekstrakurikuler seperti melalui kegiatan silat atau yang lainnya.

Pada kesempatan yang sama, ketua panitia, saudara Anwar Maulana (santri kelas 6 TMI) melaporkan distribusi keuangan yang meliputi anggaran kepanitiaan dan peralatan yang digunakan selama training berlangsung. Dengan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini, Anwar juga memohon kepada semuanya untuk kesuksesan penyelenggraan di bawah komandonya tersebut.

Selepas upacara pembukaan, para peserta langsung mendapatkan materi sebagai warming dan mengingat kembali materi jurus-jurus yang telah dipelajari selama ini.  Adapun untuk kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 3 hari yang akan ditutup pada tanggal 29 Oktober besok.

Untuk pelatih dari kegiatan ini, pembimbing panitia, Ustadz Hamdani mengatakan meminta korps pelatih dari para alumni yang telah menjadi pelatnas, diantaranya adalah Arsyad Umar dan Abdul Ghofur. (INTA)

Pendaftaran Santri Baru