Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa posisi dan fungsi Biro Pengasuhan Santri dalam sebuah Pondok Pesantren modern adalah sebagai Qolbu Ma’had (Jantungnya Pesantren). Hal ini dikarenakan Biro Pengasuhan berkewajiban mengatur, mengkondisikan hingga mengevaluasi kegiatan santri selama 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam sepekan. Bahkan yang membedakan antara Pondok Pesantren dan Boarding School, meskipun keduanya sama-sama berasrama, adalah keberadaan dan keaktifan Biro Pengasuhan.
Berpijak dari pemikiran di atas maka telah kembali dilaksanakan Workshop Biro Pengasuhan Santri untuk jajaran Biro Pengasuhan Santri (BPS) Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan cabang-cabangnya.
Bertempat di Aula Empat Windu Darunnajah 1 Ulujami, Jakarta, workhsop ini dibuka langsung oleh Pendiri & Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta, KH. Drs. Mahrus Amin yang didampingi Kepala BPS Darunnajah Jakarta, ustadz Sulaiman Efendi, S.Ag.

Program yang dilaksankan selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 17-19 September 2017 ini diikuti oleh 134 personalia BPS yang terdiri dari 77 Ustad dan 57 Ustazah Bagian/Jajaran Biro Pengasuhan Santri Darunnajah pusat dan cabang. Adapun dari Darunnajah 2 Cipining adalah Ustadz Muhammad Nurrohman,S.Pd (Kepala Bagian Keamanan), Ustadz Hanif Nurrohman (TU BPS), Ustadzah Meria Arhadi (Senior Bagian Keamanan) dan Ustadzah Tika Laifiyatunnisa (TU BPS).

Kegiatan ini diadakan untuk Menambah pengetahuan para ustad dan ustazah dalam mengasuh santri dan membahas bersama berbagai macam dinamika yang berkaitan dengan pengasuhan Santri.
Materi Pembahasan
1. Sharing kasus-kasus pelanggaran santri di dalam pengasuhan Santri dan Kebijakan penerapan Sanksi
2. Manajemen Pengasuhan Santri
3. Sosialisasi input absensi dan Data Smart system
4. Pembahasan Progam kerja Pengasuhan, termasuk agenda Kegiatan Bersama tingkat Yayasan Darunnajah seperti Kursus Mahir Dasar (KMD), Darunnajah Language Competition (DLC), Liga Guru Darunnajah (GARUDA), Olimpiade TMI, Darunnajah Open (DNO), Perkemahan Santri Darunnajah (PERSADA) dan lainnya.
5. Peranan komunikasi dalam pengasuhan Santri
6. Pemanfaatan Teknologi dalam pengasuhan.
Dalam Kumpul Rabauan (Kumpul Rutin Seluruh Guru bersama Pimpinan Pesantren) 20 September 2017, ustadz Nurrahman menyampaikan secara lisan poin-poin penting dari workshop tersebut, antara lain penguatan komunikasi, penyamaan persepsi dan teknis Santri Isyraf (pemindahan sementara antar Darunnajah). Dan yang paling menarik adalah forum sharing dinamika pelanggaran samtri yang dikomandani para senior BPS Darunnajah Jakarta, ustadz H. Suwaryo, S.Ag, ustadz Wahyu Fajri, S.Ag dan lain-lain.

Untuk menyemarakkan dan melatih mental kerjasama dan samakerja, maka workshop ini diakhiri dengan out bond bersama seluruh peserta di sebuah wahana pariwisata di kawasan Cipulir. (wardan/mr. mim).

