Melalui Isra' Mi'raj, Santri Darunnajah Perkuat Cinta kepada Nabi Melalui Isra' Mi'raj, Santri Darunnajah Perkuat Cinta kepada Nabi

Melalui Isra’ Mi’raj, Santri Darunnajah Perkuat Cinta kepada Nabi

Mengenang kembali perjalanan istimewa Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga menuju Sidratul Muntaha, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar peringatan Isra Mi’raj 1447 H. Rangkaian acara yang diisi dengan tausiyah, pembacaan maulid, dan aneka perlombaan ini berlangsung selama enam hari, tepatnya pada 15–20 Januari 2026. 

Agenda Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) ini dimotori oleh Pengurus Divisi Ibadah Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dan diikuti oleh seluruh santri. Berpusat di Aula dan Masjid Kampus 3, kegiatan ini digulirkan sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman para santri mengenai sejarah Isra Mi’raj sekaligus menumbuhkan kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah. 

Rangkaian acara diawali dengan pembekalan materi keagamaan yang dibagi ke dalam dua sesi. Pada Kamis malam (15/1), Ustaz Cahyo Gondo Arum, M.Pd hadir mengupas tuntas latar belakang sejarah terjadinya Isra Mi’raj setelah sambutan pembuka dari Ustaz Angger Rian Fahreza, S.Pd Keesokan sorenya, giliran Ustaz Syihabudin yang memaparkan materi pentingnya mengimani perkara gaib di balik peristiwa besar tersebut. 

Memasuki malam puncak pada Jumat (16/1), suasana religius semakin terasa khidmat. Acara dibuka dengan lantunan selawat dan pembacaan maulid oleh tim hadrah pesantren, yang kemudian dilanjutkan dengan tausiyah inti mengenai hikmah turunnya perintah salat lima waktu oleh Ustaz Trimo. Melalui momentum ini, para santri diajak untuk menautkan kembali kualitas ibadah mereka dengan makna spiritual di baliknya. 

Tidak berhenti pada kajian ibadah, suasana pesantren kembali semarak pada 17–19 Januari melalui delapan cabang perlombaan yang diikuti oleh santri dari berbagai jenjang kelas. Didampingi dan dinilai langsung oleh para asatidz, aneka lomba tersebut meliputi: 

  • Tilawah Al-Qur’an dan lomba azan. 
  • Cerdas cermat dan lomba tausiyah. 
  • Baca puisi dan lomba seni kaligrafi. 
  • Pembuatan mading dan penampilan hadrah. 

Seluruh rangkaian perlombaan berjalan kompetitif, bahkan juara untuk cabang cerdas cermat baru berhasil ditentukan setelah melewati babak final yang sengit di hari terakhir lomba. 

Kegiatan tahunan ini resmi ditutup pada Selasa (20/1) yang ditandai dengan penyampaian sambutan oleh Ustaz Insan Kamil Nur Rabbani, dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Bagi pesantren, peringatan hari besar Islam seperti ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pelengkap pembelajaran di kelas agar para santri dapat terus meneladani akhlak Nabi Muhammad ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. 

Melalui Isra' Mi'raj, Santri Darunnajah Perkuat Cinta kepada Nabi