Mau Jadi Santri? Coba Dulu Kelas Online Gratis dari Darunnajah Mau Jadi Santri? Coba Dulu Kelas Online Gratis dari Darunnajah

Mau Jadi Santri? Coba Dulu Kelas Online Gratis dari Darunnajah

Pesantren Darunnajah Jakarta kembali menghadirkan Kelas Edukatif Online secara gratis. Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kelas online ketujuh yang telah sukses diselenggarakan pada bulan sebelumnya. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum sekaligus menjadi sarana persiapan bagi calon santri Pesantren Darunnajah.

Kelas edukatif ini diampu langsung oleh para Ustadz dan Ustadzah Pesantren Darunnajah yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Dengan metode pengajaran yang interaktif dan komunikatif, para pengajar mampu mengemas materi pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar peserta dari berbagai kalangan dan latar belakang.

Mau Jadi Santri? Coba Dulu Kelas Online Gratis dari Darunnajah

Adapun jadwal kelas yang akan datang meliputi tiga sesi pembelajaran utama. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, peserta akan mengikuti kelas Tahsin Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid. Selanjutnya pada Sabtu, 30 Mei 2026, akan diselenggarakan kelas English Basic, dan ditutup dengan kelas Arabic Beginner pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Mau Jadi Santri? Coba Dulu Kelas Online Gratis dari Darunnajah

Tercatat sebanyak 39 peserta bergabung melalui platform Zoom Meeting secara langsung, sementara 120 lainnya menyaksikan melalui siaran live streaming di akun TikTok resmi @darunnajah_jakarta. Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendidikan agama dan bahasa berbasis digital semakin diminati masyarakat luas.

Harapannya, melalui penyelenggaraan Kelas Edukatif Online secara gratis ini, Pesantren Darunnajah dapat terus berkontribusi nyata dalam mencerdaskan umat dan memperluas akses pendidikan Islam yang berkualitas tanpa terbatas ruang dan waktu.

Selain itu, program ini diharapkan mampu menjadi jembatan ilmu bagi calon santri agar lebih siap memasuki lingkungan pesantren, sekaligus membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab sebagai pondasi utama dalam memahami ajaran agama Islam secara kaffah.