Masyarakat Dan Anak-Anak Antusias Sambut Safari Da’wah

Kelompok 24 ini terbilang sukses menjalankan agenda kegiatan Safari Da’wah.  Indikator yang menunjukkan penilaian tersebut adalah antusiasisme masyarakat, terutama anak-anak dalam berpartisipasi kegiatan yang diadakan Kafilah yang dipimpin Sutarno (santri kelas V TMI / XI MA). Kafilah yang beranggotakan 11 santri ini dibimbing oleh ustadz Nashrullah Al Hafidz. Mereka berlokasi kegiatan di perumahan puri Alam Kencana 1 rt/rw 05/07 no 6 dan 7 blok I Nanggewer Indah Cibinong Bogor Jawa Barat.

Bersama Ketua Remaja Masjid Bapak Sukirman

Para santri tersebut belajar mempraktekkan Kunci sukses Safari Da’wah berupa bersilaturrahmi dan bersosialisasi. Dua point besar ini bisa dilakukan secara bersama-sama, kelompok-kelompok kecil maupun secara pribadi. Terkait dengan silaturrahmi dan sosialisai ini, kelompok 24 mendapat penghormatan dengan diadakannya pertemuan / penyambutan yang dihadiri para tokoh, anggota masyarakat dan anak-anak peserta didik di Masjid at Taqwa.

Ustadz Lubis (Ketua DKM At Taqwa) Menyampaikan Sambutan

Dalam kesempatan tersebut, amir kelompok menyampaikan maksud dan tujuan Safari Da’wah antara lain:

  1. Bersilaturrahmi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat guna memperoleh nasihat dan do’a.
  2. Mengajak rekan-rekan remaja dan anak-anak  di sekitar Masjid/Majlis Ta’lim untuk bersama-sama belajar memakmurkan Masjid/Majlis Ta’lim.
  3. Belajar  dan membantu guru-guru mengaji di TPA/Madrasah Diniyah.
  4. Belajar dari kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masyarakat.
Jama'ah Masjid At Taqwa Khusu' Menyimak Sambutan dan Muhadloroh

 

Meskipun bersosialisasi dalam waktu yang relatif sangat singkat dari tanggal 1-3 Shofar 1433 H / 26- 28 Desember 2011 M, para santri ini mampu menarik perhatian anak-anak usia SD/MI dan SMP/MTs untuk bergabung dalam Pesantren Kilat. Tercatat tidak kurang dari 100 anak aktif mengikuti aneka kegiatan Pesantren Kilat. Kegiatan-kegiatan tersebut, antara lain: mengaji Al Qur’an, belajar membaca huruf-huruf arab (IQRA), pengenalan bahasa Arab dan penyampaian kisah-kisah Islami.

 

Disamping belajar mengajar (magang) di Pesantren Kilat yang mereka selenggarakan, para peserta juga mendapatkan berbagai macam nasehat yang bermanfaat dari para tokoh masyarakat yang mereka kunjungi. Berikut ini pesan dan kesan mereka:

Dari Ahlul Bait (Bapak Darsono, ayah dari Baharudin Yusuf kelas Intensif A) : Hendaknya kalian Selalu berbuat baik dalam kebajikan, jangan merasa bosan dalam berbuat kebaikkan. Saya senang karena Santri itu kreatif dan rajin !” Dari Ketua Remaja Masjid (Bapak Sukirman) : “ Jangan pernah menyerah dalam melakukan sesuatu. tidak pernah merasa bosan (putus asa) dalam menyelesaikan suatu masalah!”. Dari Ketu DKM (Ustadz Lubis) : “ Kita harus mengamalkan sunnah-sunnah rasul dan kita harus menjadi suri tauladan yang baik bagi siapapun karena tingkah laku kita di perhatikan oleh orang lain. Kita harus mencontohkan yang baik kepada orang lain meskipun sama-sama dalam tahap belajar!”.

Semangat Anak-Anak Mengikuti Pesantren Kilat

 

Pada pertemuan perpisahan yang dilakukan pada malam Rabu, 27 Desember 2011, mereka menampilkan pidato 3 bahasa, yaitu Pidato berbahasa Arab oleh M. Isa Risky Rahman (santri kelas 4 TMI /XMA), pidato berbahasa Inggris oleh Januar Ramadhan (santri kelas 3 TMI / IX MTs) dan pidato berbahasa Indonesia oleh Baharudin Yusuf (santri kelas Intensif A TMI). Adapun yang bertugas sebagai MC (master of ceremony) adalah Muhammad Ihsan (santri kelas 5 TMI / XI MA) dan Muhammad Alif Fajar Prasetyo (santri kelas 4 TMI / X MA).

Mengasah Seni Retorika Salah-Satu Hobi Santri

Keluwesan, kesemangatan dan keindahan seni retorika para santri tersebut diperoleh dari program latihan Muhadloroh/ pidato yang dilakukan dua kali dalam satu pekan di pesantren, tepatnya pada malam Rabu dan Ahad siang. Kegiatan ini merupakan salah-satu ekstrakurikuler wajib bagi seluruh santri putra dan putri, bahkan santri cilik (usia SD/MI) juga selalu bersemangat setiap mengadakan latihan pidato pada malam ahad. Dalam hal ini, Biro Pengasuhan santri via bagian pengajaran menjadi penanggung-jawab.

" Berda'wah Tidak Selalu Harus Dengan Ceramah!"

 

 

Berikut ini adalah daftar anggota kelompok 24 :

NoNamaKelasAsal
1Sutarno5 TMIBekasi
2M Ikhsan5 TMITangerang
3M Alif fajar4 TMITangerang
4M Isa Risky Rahman4 TMIRiau
5Baharudin YusufINT TMIBogor
6Januar Ramadhan3 TMIBekasi
7Zacky Achtar1 TMITangerang
8Agung Musthafa1 TMITangerang
9M Gama Rifky Ali1 TMITangerang
10Abdurrahman Wahid1 TMITangerang
11Muhammad Ilham1 TMICirebon

 

BCM : Bermain, Cerita, Menyanyi (yang Islami) kunci mendekati anak-anak

“Saya sangat bersyukur karena kawan-kawan santri bisa berkunjung ke daerah saya!” ungkap Yusuf kepada reporter Wardan di depan asrama Tahfidz. Adapun Sutarno selaku amir merasa bangga dan senang. “ Banyak anak-anak di sana yang minta kami untuk lebih lama dalam Safari Da’wah ini!”. (WARDAN/ Abu Ezzat El Wazira)