Mari Kenali Jati Diri Santri: Sin Nun Ta Ra !

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Senin shubuh, 26 Juli 2010 masjid jami’ Darunnajah Cipining tampak lain dari biasanya. Para santri putra kampus satu yang senantiasa setia meramaikan masjid tertua di Darunnajah ini, sedang melakukan Jamrana di bumi perkemahan kampus 2, aktifitas sholat jama’ah mereka juga dilakukan di masjid di samping Danau Darunnajah indah tersebut. Namun demikian, jama’ah sholat shubuh di masjid Jami’  di kampus satu tidak menjadi sepi karena masih ada para santri baru kelas 1 TMI dan Intensif pa, seluruh peserta Jamrana PI asrama dan non asrama serta puluhan santri pa dari pesantren Ummul Qura Leuwiliang Bogor, Pesantren Syahid Gunung Menyan Bogor, Pesantren Laa Tansa Cipanas  Lebak Banten dan Pesantren Madinatunnajah Jombang Tangerang Banten. para santri dari pesantren-pesantren tersebut sengaja mabit di pesantren Darunnajah Cipining selama pelaksanaan pertandingan Futsal dan Badminton dalam event Darunnajah Sport Tournament (DASMENT).

SANTRI; Siap Amankan Negara Tercinta Republik Indonesia!

Melihat peluang emas tersebut, dimana para santriwati non asrama yang biasanya tidak tinggal di asarma dan juga adanya para santri dari pesantren lain, salah-satu asatidz Darunnajah Cipining yang juga staf Biro Da’wah dan Humas menyempatkan diri untuk menyampaikan kuliah shubuh singkat dengan tema: Mengenali Jati Diri Santri. “Dalam kesempatan yang berkah ini, izinkanlah kami menyampaikan sedikit uraian untuk memudahlkan kita mengenal siapa sesungguhnya jati diri kita?’ demikian ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom mengawali kultumnya. terlihat beberapa wali santri juga ikut khusu’ menyimak kuliah shubuh ini.

blank
Santriwati Tidak Perlu Menuntut Emansipasi Karena Islam Sudah Memeberi Posisi Yang Berarti

Selanjutnya, kepala asrama santri putra tersebut menjelaskan Jati Diri Santri yang diambil dari akronim bahasa Arab. ” Kata Santri, kalau kita ‘paksakan’ ditulis dengan huruf Arab, maka akan terdiri dari 4 huruf yaitu; SIN, NUN, TA, RA. SIN maksudnya SALIIMUL ‘AQIIDAH, seorang santri harus memiliki keyakinan yang benar yang jauh dari takhayul, bid’ah dan khurafat. NUN maksudnya NUURUL UMMAH, seorang santri dengan ilmu dan imannya harus mau dan mampu menjadi cahaya penerang bagi kehidupan pribadinya, keluarganya, masyarkatnya dan alam semesta. TA maksudnya TAARIKUL MA’SHIAT, seorang santri harus berupaya lahir batin untuk menjauhi dan meninggalkan maksiat dalam segala jenisnya. Diantara dzikir yang harus didawamkan adalah Laa Haula (liadaai tho’ah) walaa Quwwata (litarkil ma’shiah) illaa bi (‘auni)llah. Dan akhirnya jika santri sudah memiliki Saliimul ‘Aqiidah, mampu menjadi Nuurul Ummah dan Berupaya sekuat tenaga untuk Taarikul Ma’shiah maka seorang santri akan layak untuk RA yaitu RAAJIN BILIQAAILLAH, berjumpa dengan Allah di syurga tanpa hijab, dan itulah puncak kenikmatan seorang yang beriman. Insya Allah. (WARDAN/Mr.MIM)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir