tk islam,taman kanak kanak,taman kanak di jakarta,taman kanak kanak islam,sekolah anak usia dini,lagu anak-anak,kelompok bermain di jakarta selatan,kurikulum tk islam,kurikulum tk 2012,pendidikan anak usia dini,sekolah tk islam,permainan anak anak,pembelajaran anak usia dini,pre school jakarta, pre school jakarta selatan
Menu

Marhaban Ya Ramadhan , 1433 H

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Darunnajah Kindergarten, 21/07

Jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya
Jika seluruh umur adalah dosa, maka tobatlah obatnya
Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhan lah pemutihnya
Marhaban Ya Ramadhan… Mohon maaf lahir batin

Bulan penuh rahmat telah datang. Bulan dimana oleh Allah disucikan karena dibulan inilah kitab suci Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad. Begitu pula kitab suci yang lain seperti  kitab nabi Ibrahim (Suhuf), kitab Zabur kepada nabi Daud, kitab Taurat kepada nabi Musa serta kitab Injil kepada nabi Isa yang berturut-turut diturunkan pada malam pertama, kedua belas, ke-enam dan ketiga belas. Jadi karena itulah Allah SWT mengistimewakan bulan Ramadan di atas bulan-bulan lainnya.

Dibulan Ramadhan kita dituntut untuk mengendalikan hawa nafsu dan puasa adalah salah satu ujian untuk menembus wahana kesucian dan kejernihan Rabbani. Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata : ”Manakala perutmu penuh, maka kamu adalah orang yang lumpuh”. Begitu pula sahabat Umar mengatakan ”Barangsiapa banyak makannya, maka ia tidak akan merasakan kenikmatan dzikir kepada Allah”. Luar biasanya arti puasa bulan Ramadhan dihadapan Allah SWT juga dituturkan oleh Imam Al-Ghazali.

Puasa Ramadan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas dimensi keagamaannya.

  1. Dimensi teologis dan spiritualitas yang tercermin dalam komunikasi antara manusia dan Tuhannya, sehingga memungkinkan dalam dirinya semakin berkembang sifat-sifat ketuhanan yang sebenarnya sudah dimiliki, yakni sifat-sifat positif untuk berbuat kebajikan dan tertanam kepekaan hati nurani dalam bertingkah laku.
  2. Dimensi sosial yaitu tumbuhnya kesadaran sosial dalam batin untuk peduli dengan aspek-aspek sosial kemanusiaan. Kualitas kesadaran batin dapat diukur dengan tingkat kepedulian terhadap realitas sosial tersebut, seperti ketaatan kepada pemimpin, hormat dan berbakti kepada orang tua, menyantuni anak yatim dan orang-orang miskin, membela orang yang tertindas hak dan martabatnya, keberanian melakukan kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  3. Dimensi mental. Dengan berpuasa akan melahirkan mental tegar dan tahan banting, sehingga mampu untuk mengahadapi berbagai tantangan, cobaan, godaan, dan ujian dalam kehidupan ini. Senantiasa optimistis dalam berikhtiar dan berusaha untuk meraih kehidupan yang lebih baik dengan tetap mengacu pada nilai-nilai etika dan moral agama. Puasa juga akan melatih mentalitas kita untuk sportif dan jujur dalam menerima amanat dan mengemban tugas, menjauhi sikap pengecut dan khianat serta tidak mudah mengumbar emosi amarah dan permusuhan.
  4. Dimensi etika. Dengan menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan benar dan berkualitas, maka akan tercermin dalam diri kita nilai-nilai etika dan moral agama yang positif untuk diaktualisasikan dalam pola kehidupan sehari-hari, seperti: kemampuan menghadirkan alternatif-alternatif terbaik, dalam pola berpikir, bersikap, dan bertingkah laku; kemampuan dalam mengendalikan diri terhadap keinginan-keinginan negatif, maupun emosional destruktif; kemampuan mengarahkan diri sendiri kepada kebenaran, sifat obyektif dan konstruktif; kemampuan untuk menahan diri dari jebakan materialistik dan hedonistik serta kemampuan moralitas dalam melakukan tugas dan kewajiban melalui pertimbangan rasionalitas dan hati nurani.

Marilah kita masuki bulan Ramadan ini dengan kesiapan diri yang prima, dengan perasaan yang tulus ikhlas untuk menjalankan ibadah-ibadah di bulan Ramadan. Marilah kita mantapkan hati dan jiwa kita dalam memperoleh kemuliaan puasa Ramadan, sehingga mengantarkan kita pada satu format kehidupan yang lebih baik. Bulan Ramadan kita jadikan momentum pembersihan diri dari dosa dan angkara murka dan penyadaran hati nurani kemanusiaan kita. Puasa jangan hanya kita laksanakan dengan menahan diri untuk tidak makan dan minum, namun yang paling substansial adalah menjadikannya upaya pengekangan diri dari segala bentuk hawa nafsu yang merugikan manusia dan kemanusiaan itu sendiri.

Maka, kami seluruh warga TK Islam Darunnajah ingin mengucapkan :
” Minal Aidin Wal Faizin … Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Selamat menjalankan ibadah puasa di Ramadhan 1433 H. Semoga amal kita diterima oleh Allah SWT. Amiiin ya rabbal ‘alamin. “

share

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait