Marhaban Ya Ramadhan. Marhaban Ya Sahral Qur’an.
Kisah ini awalnya penulis baca dalam bahasa Arab karena terdapat di grup Timur Tengah دعاة إندونيسيا. Penulis dimasukan dalam group tersebut setelah selesai ikuti Daurah Shaifiyah (Summer Course) di Universitas Ummul Qura Makkah Al Mukarramah. Izinkan al faqir sampaikan ulang sebagai tambahan motivasi kepada kita untuk lebih intens berinteraksi dengan Kalam Ilahi Al Qur’an Suci. Terlebih lagi, dalam bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an.
Syahdan, ada seorang santri penghafal Al Qur’an yang mengadu dan berkonsultasi kepada Syekhnya karena merasa sulit sekali menghafal Al Qur’an padahal sudah ia baca berkali-kali.
Singkat cerita, Syekh menasehati santri tersebut dengan memberikan sebuah tugas yang harus ditaati dan dikerjakan oleh santri tersebut. Sang santri sebenarnya heran dan bingung dengan tugas itu namun karena sikap sam’an wa tho’atan kepada Syekhnya maka iapun melaksanakannya. Ternyata tugas tersebut adalah ia harus mengisi sebuah ranjang yang diambil dari kandang Ternak dengan air sungai.
Sang Santri datang ke sungai, masuk ke dalamnya kemudian berusaha mengisinya dengan air sungai. Adakah air yang terwadahi di dalam Keranjang tersebut?, tentu saja Keranjang tersebut tetap kosong tiada terisi air. Ia melaporkan kondisi tersebut kepada Syekh dan ternyata ia diperintahkan kembali berusaha mengisi Keranjang itu dengan air sungai.
Lagi, lagi dan lagi ia upayakan memeuhi tugas dari Syekhnya tetapi tidak pernah berhasil. Rasa kecewa dan putus asapun menghampirinya yang membuatnya memberanikan diri menyampaikan kepada Syekh bahwa ia sudah tidak sanggup lagi untuk mengisi Keranjang dengan air sungai.
Demi melihat wajah santrinya yang terselimuti awan kekecewaan dan keputusasaan, Syekh dengan tersenyum dan penuh kasih sayang berkata kepadanya: “Wahai anakku, perhatikan Keranjangmu, apakah terisi air?”, “Tidak, Syekh!”, jawab santri singkat. Syekh melanjutkan pertanyaannya: “Coba perhatikan lagi, adakah yang berubah dari Keranjangmu?”, sang santri mencoba menelisik Keranjangnya dan belum berhasil menemukan perubahan dimaksud karena suasana hatinya masih didominasi kekecewaan dan keputusasaan, akhirnya Syekh menjelaskan inti dari tugas tersebut: “Cobalah perhatikan dengan seksama Keranjangmu sekali lagi, betul bahwa Keranjangmu tidak berisi air walaupun kamu sudah berusahan berkali-kali mengisinya. Tetapi tidakkah kamu sadari bahwa dengan kamu berulang kali masuk ke dalam Sungai dan berusaha mengisi Keranjang dengan air telah membuatnya lebih bersih dibandingkan kondisi awalnya ketika kamu mengambilnya dari kandang Ternak?, Demikian jualah kondisimu yang telah berusaha berulang kali menghafal Al Qur’an namun kamu merasa belum mampu menghafalnya, tetapi yakinilah bahwa setiap kali kamu membaca ayat Al Qur’an maka setiap itu juga dosa-dosamu terampuni sehingga menjadi bersih. Jadi teruslah baca dan hafalkan Ayat Al Qur’an karena tidak ada kerugian sama sekali yang akan kamu dapatkan kecuali kebaikan dan keberuntungan!”. Tampak wajah sang santri cerah sumingrah mendengar pencerahan Syekh yang dihormatinya.
Selamat menunaikan ibadah Shiyam. Semoga kita termasul ahlul jannah lewat pintu Ar Royyan.
Ahad, 29 Sya’ban 1445 H/ 10 Maret 2024 M
Cigudeg Bogor Barat,
Akhukum fillah, Muhlisin Ibnu Muhtarom

